SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents
Contents


Book Review : On the Hills of God

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 
Meratapi Palestina

ImagePagi itu, bulan Mei persis enam puluh tahun lalu, Ibrahim Fawal baru berusia 15 tahun ketika dia menemukan dunia yang selama ini dihidupinya hancur berantakan. Ramallah, kota kecil di Tepi Barat, tempat dia lahir dan hidup sehari-hari, tiba-tiba berubah menjadi tenda pengungsi raksasa.

Mereka mendirikan tenda di mana-mana, di halaman gereja, sekolah, lapangan rumput, dan tempat pemakaman,” tulisnya.

Fawal tidak sendirian. Ratusan ribu orang lain mengalami hal yang sama ketika tiba-tiba mereka, penduduk asli di wilayah itu, justru menjadi orang asing, dikejar-kejar, dibunuh, atau dipaksa pergi menjadi orang buangan di negara lain.

Itulah hari yang, bagi Fawal dan ratusan ribu orang Palestina lainnya, disebut an-Nakba, ”bencana”, ketika hampir 800.000 penduduk Palestina kehilangan tempat tinggal, kebun, pekerjaan, dan seluruh jalinan relasi kehidupan sehari-hari.

Dari data yang dikumpulkan The Institute for Middle East Understanding (IMEU), lebih dari separuh penduduk dipaksa lari mengungsi karena serangan dan teror milisi bersenjata Irgun Zvai Leumi dan Stern, di bawah komando David Ben-Gurion, dan sudah meninggalkan tanah mereka sebelum negara Israel resmi diproklamasikan (lihat http://www.imeu.net).

Last Updated on Monday, 12 January 2009 05:38
 


Page 8 of 15