
FRIDA
Genre: Drama
Sutradara: Julie Taymor
Salma Hayek, Alfred Molina, Geoffrey Rush
Sinopsis
Frida Kahlo (Hayek) remaja yg periang,enerjik dan cerdas, mengalami kecelakaan bis. Tulang tubuhnya hampir seluruhnya remuk sehingga harus digips dan beristirahat selama berbulan-bulan. Ia juga harus mengalami serangkaian pengobatan yg menyakitkan dan operasi. Kejadian itu merubah hidup dan sikapnya melihat dunia. Saat itu lah ia mulai melukis dgn gaya surealis, antara kepedihan dan mimpi.
Kasih sayang dari ayahnya yg keturunan Yahudi Jerman dan Ibunya yg Meksiko, serta adiknya yg cantik, terus memberi harapan. Sampai suatu hari keajaiban terjadi, Frida menjadi sembuh dan bisa berjalan lagi.
Sekarang dia bertekat utk menjadi pelukis, dan bertemu dgn seorang pelukis terkenal Diego Rivera (Molina). Diego yg komunis, flamboyan dan punya gaya hidup hedonis dan main perempuan , mempengaruhi kehidupan Frida. Frida juga terlibat percintaan dgn beberapa pria...dan wanita. Salah satunya adalah Trotsky (Rush), pemikir komunis Rusia dan sejumlah wanita yg ditemui di Meksiko, di Amerika, selama Frida dan Diego di sana, dan Paris.
Peceraian dgn Diego, keguguran yg dialami serta kematian ibunya, semakin membuat Frida tertekan dan itu banyak diungkapkan lewat lukisan-lukisannya. Sejak awal, Frida sebenarnya tidak yakin dgn yg dilukisnya, tapi banyak orang memuji dan menghargai karya-karyanya hingga kematiannya.
Komen
biopic yg sangat entertaining, sekaligus informatif bagi yg tidak mengenal siapa Frida Kahlo (1907-1954), pelukis terkenal asal Meksiko; Terutama mengenai jalan hidup, kehidupan bisexualnya dan keterlibatannya dalam politik dan pertemanannya dgn Trotsky(sayang di film terlalu singkat).
15 menit pertama gue agak kurang optimis dgn film ini, karena terkesan seperti film drama biografi di televisi. Ternyata perkiraan gue salah. Film ini begitu menarik! selain skenarionya yg bagus, production design yg detil, dan tentu saja penampilan Hayek dan Molina yg sangat kuat. Belum lagi cara sutradara memperlihatkan maksud apa dibalik Frida melukis beberapa lukisannya yg terkenal, digambarkan dgn tidak biasa,lewat transisi yg mulus dr lukisan ke kehidupan nyata.
Scene Frida dan Diego datang ke Amerika ditampilkan dgn cara yg tidak biasa; antara animasi dan film bisu.
Juga yg sangat bagus adalah evolusi karakter Frida yg tadinya periang, menjadi seorang yg keras, flamboyan sekaligus rapuh jika berhadapan dgn Diego.
Tokoh Diego hampir saja menutupi karakter Frida dalam film ini. Lihat keteguhan dia saat melukis dinding gedung Rockefeller. Ia tetap bertahan melukis tokoh komunis, sementara di Amerika jelas-jelas anti komunis.
Film ini juga "diramaikan" oleh penampilan singkat beberapa aktor terkenal seperti Ashley Judd, Edward Norton dan Antonio Banderas.
Frida, seharusnya lebih layak masuk nominasi Best Picture daripada Gangs of New York di ajang Oscar barusan.
Penampilan Hayek dan Molina adalah yg terbaik. Hayek pantas menjadi nominee, dan seharusnya Molina juga.
Pemenang 2 Oscar utk Make up dan Music (score) dan 4 Nominasi untuk Hayek, production design, lagu dan kostum.
by aleks75012
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 486
Comments (0)

Write comment
| < Prev | Next > |
|---|






