SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Entertainment MICHAEL JACKSON – This Is It!

MICHAEL JACKSON – This Is It!

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Movie review :

ImageMichael Jackson sang Raja Pop dunia adalah legenda, si genius dan seorang yang dikenal perfeksionis. Yang sering dalam bayangan kita menghadapi seorang yang perfeksionis, kita sering akan menggambarkan orang itu cerewet setengah mati, tidak segan mendamprat orang, galak/ menakutkan seperti dedemit ketika melihat sesuatu yang tidak cocok dengan apa kemauannya. Ah rupanya patron itu tidak dimiliki Michael Jackson. Dalam film berdurasi sekitar 112 menit ini kita disuguhi sebuah presentasi sosok MJ yang humble, sopan terhadap semua rekan kerjanya, entah itu musisi, penari, sound man maupun stage director-nya. Kita bisa menilai ketulusannya terhadap setiap orang karena memang sesi latihan yang difilmkan itu sebenarnya bukan untuk konsumsi publik. MJ sebagai seorang yang menjadi sentral dalam persiapan konser itu mampu me-leading setiap orang dengan tegas namun selalu dibungkus dengan kata-kata yang manis dan sikap yang sopan. Ia memberikan contoh bagaimana betotan bass yang harus dimainkan untuk dapat me-leading sebuah ritme lagu dengan benar, bagaimana piano harus dimainkan, bagaimana sebuah lagu dinyanyikan dengan ekspresi yang total. Seperti ketika ia meminta Orianthi Panagaris, gitarisnya untuk memainkan nada-nada tinggi. Dia berkata kepadanya supaya tidak ragu-ragu untuk memainkan nada tinggi, "It's time for you to shine, we'll be with you, it's time for you to shine...". Sikap-sikap seperti ini ditunjukkan kepada para pemain band dengan cara yang sangat halus dan sopan. Terlihat bahwa ia menganggap setiap orang dalam 'team-work'-nya itu adalah bagian dari dirinya sendiri. Dan dengan cara itu orang-orang disekelilingnya pun mampu mengimbangi dan menuruti kemauan sang bintang untuk bekerja-keras dalam persiapan rencana konser "This Is It" yang sedianya akan dimulai pada July 13, 2009.

Sayang sekali, konser "This Is It" harus dibatalkan karena Sang Bintang meninggal dunia pada tanggal 25 Juni 2009, 18 hari sebelum konser itu dimulai. Sebelumnya tidak pernah ada terpikir bahwa "sesi latihan" yang kini direlease dalam film itu akan dipertontonkan ke publik, demikian kata sang sutradara Kenny Ortega, namun karena kematian MJ yang mendadak itu, akhirnya rekaman sesi latihan ini diproduksi untuk para penggemar MJ. Sebelum "This Is It" direlease, ada ketidak-setujuan dari pihak keluarga, dan beberapa orang yang menganggap ini untuk tujuan komersial saja. Ya, segi komersialnya memang kental, dan kenyataannya memang apapun dengan label MJ itu masih layak jual. Buktinya demam MJ terus terjadi setelah delapan bulan ia meninggal. Kini, penjualan video "This Is It" ini menempati peringkat pertama penjualan di toko-toko DVD. Para penggemar MJ langsung memburu film ini dalam bentuk DVD dan Blue Ray. Menurut Home Media Magazine, penjualan DVD "Michael Jackson – This Is It" ini sudah mencapai 1.2 juta kopi. Dan merupakan rekor penjualan tercepat di rental dan toko DVD di Amerika dalam minggu pertama setelah dirilis.

Saya adalah termasuk penggemar yang diuntungkan dengan direleasenya video Sang Bintang yang terakhir ini, karena dari situ dapat mencermati sekaligus belajar dari sosok seorang bintang yang memiliki kepribadian yang luar-biasa. Di posisinya sebagai seseorang yang dipuja, dia tetap mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang sangat bersahabat bagi orang-orang sekelilingnya. MJ seseorang yang rendah hati dan sikap 'bossy' rasa-rasanya tidak ditemukan dalam setiap lakunya. Terlihat apresiasi dari MJ kepada setiap orang yang telah melakukan apa yang menyenangkan hatinya, ia dengan spontan berkata kepada orang-orang itu "God bless you" atau "I love you". Berkali-kali pula MJ mengatakan "This is for love", "do it with love", "thank you" dan "sorry" yang mudah terlontar dari mulutnya. Dengan senyuman dan sorot mata yang ramah, itu dilakukannya bukan untuk show, ya memang begitulah "tata-krama" yang melekat dalam diri Sang Bintang yang mendarah daging . Agaknya terlalu sadis bagi dirinya jika kita kembali mengingat adanya berita-berita miring yang pernah menerpa sosok seperti MJ.

MJ yang perfeksionis bersama team-nya berlatih keras untuk konser terakhirnya, dalam sesi latihan itu, seluruh peralatan dan pernak-pernik konser sudah hampir seperti konser beneran. Melalui sesi latihan itu saja, kita sudah disuguhi sebuah atraksi konser yang hebat, sajian show yang hi-tech, kualitas vocal yang baik dan tata gerak yang menawan. Ditampilkan pula pakaian-pakaian yang akan digunakan untuk show tersebut, kostum panggung yang spektakuler karya designer Zaldy Goco yang menghabiskan jutaan dolar untuk pernak-pernik kristal Swarovski saja. Di usianya yang ke 50 itu, MJ masih mampu memperlihatkan pesonanya dengan tubuh yang meliuk-liuk dalam gerakannya yang khas, dan vocal yang masih prima.

MJ adalah seorang seniman yang 'too good to be true', unique, one of a kind, ia bernyanyi, bermusik, menari, menulis lyric dan seorang pemimpi yang mampu membawa orang lain masuk ke dalam imaginasinya, ini tidak mudah kita temukan lagi dalam diri orang-orang lain. MJ seorang yang puitis, dan karya sastranya ini dijumpai dalam kesehariannya, terlihat darimana ketika ia mengarahkan kepada orang-orang sekelilingnya bahwa sebuah lagu cinta harus diungkapkan dengan bahasa cinta dan perasaan cinta yang benar-benar dihayati, bukan hanya yang dari suara yang keluar di bibir. Kemudian saya teringat pada sebuah buku yang saya beli tahun 1992, sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis MJ yang berjudul "Dancing the Dream", dari buku itu MJ menambah gelarnya untuk layak disebut sebagai seorang filsuf, dan berdasarkan kesaksian dari film "This Is It" saya ingin menambahkan gelarnya lagi, bahwa ia adalah seorang motivator yang handal. Di akhir sesi latihan itu MJ berbicara di hadapan team-worknya bagaikan seorang guru dan panutan, ia seolah memberikan khotbah, dan itu khotbahnya yang terakhir :

    "Lets continue and believe and have faith. Give me your all, your endurence, your patience, and your understanding. But it's an adventure, it's a great adventure, it's nothing to be afraid about. They just want wonderful experiences, they want escanism.
    We wanna take them places, that they've never been before. We wanna show them talent, like they've never seen before, so give you all. And I love you all, and we're a family, just know that, we are a family.
    We're putting love back, into the world to remind, the world that love is important.
    Love is important. To love each other. We're all one. That's the message. And take care of the planet. We have four years to get it right or else it's irreversible the damage we've done. So we have an important message to give, okay? It's important. But thank you for your cooperation so far. Thank you. Big thank you. Blessings, blessings to all.
    "

This is it..... video dengan durasi 112 menit itu telah mampu bicara banyak tentang kemanusiaan dan relasi antar manusia.


Blessings,
Bagus Pramono
February 5, 2010
Last Updated on Tuesday, 09 February 2010 06:41  

Comments  

 
0 #1 John Adisubrata 2010-02-15 01:12
Setuju sekali dengan isi artikel ini, Pak. Fair dan transparent tentang MJ, sang maestro dunia Pop. :-)
Quote