SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Entertainment Movie Review : DARAH GARUDA

Movie Review : DARAH GARUDA

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 


Image

Cast :
Doni Alamsyah ... Tomas
Ario Bayu ... Sergeant Yanto
Atiqah Hasiholan ... Lastri
Alex Komang ... The Kiyaii
Rahayu Saraswati ... Senja
Lukman Sardi ... Amir
Joe Sims ... Sgt De Graffe
Darius Sinathrya ... Marius
T. Rifnu Wikana ... Dayan
Rudy Wowor ... Major Van Gaartner

Sutradara : Yadi Sugandi dan Connor Allyn
Musik : Thoersi Argeswara


Film DARAH GARUDA adalah film drama fiksi historis Indonesia yang kedua dalam trilogi MERAH PUTIH, film ini berkisah tentang para prajurit yang berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda tetapi memiliki satu tekat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. DARAH GARUDA merupakan kelanjutan Seri Pertama MERAH PUTIH yang mengisahkan petualangan Amir dan pasukan yang dipimpinnya. Para prajurit muda itu terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat. Mereka diminta untuk menghancurkan pangkalan angkatan udara yang hampir selesai. Sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan aksi Jendral Van Mook pada Agustus 1947.

Saya mempunyai kesan yang bagus sejak pertama kali film ini dibuka dengan bentangan scoring musik dari Thoersi Argeswara yang dimainkan oleh Beijing Philharmonic Orchestra. Meski sering dilupakan, musik latar menjadi bagian yang sangat penting dalam kesatuan karya film. Kesan pertama ini membawa saya kepada kenikmatan selanjutnya yaitu gambar, tekhnik, isi ceritanya, dan tentu saja kualitas para aktornya. Lukman Sardi, Doni Alamsyah dan Rahayu Saraswati mampu menampilkan performa akting yang wajar dalam membawakan karakternya masing-masing. Ini adalah sesuatu yang luar biasa untuk aktor-aktris Indonesia. Kabarnya trilogi film ini menghabiskan total dana 64 miliar. Film epik perang ini juga melibatkan ahli perfilman internasional seperti Adam Howarth (Blackhawk Down, Saving Private Ryan), John Bowring (The Matrix, Wolverine), dan Connor O'Sullivan (The Dark Knight). Secara nilai kisah, film ini menampilkan kualitas nilai-nilai bangsa kita tentang keragaman budaya, agama namun dalam semangat persatuan dan toleransi beragama. Kebersamaan itu melahirkan cita-cita dalam kelompok anak-anak muda terpelajar yang cinta negeri untuk mempertahankan kemerdekaan. Secara keseluruhan, saya percaya film ini akan mampu menginspirasi generasi muda kepada satu rasa bangga dan cinta terhadap negeri Indonesia.

Selamat buat para kreator dan pendukung film trilogi MERAH PUTIH. Terima kasih Anda semua telah memberikan hadiah yang indah bagi Indonesia. SALUT!


Blessings,
Bagus Pramono
September 17, 2010
 

Add comment


Security code
Refresh