SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Entertainment
Entertainment


Movie Review: NINE

E-mail Print PDF
ImageSetelah sukses dengan Film Musikal Chicago (2002), Rob Marshall kembali membuahkan film dengan genre yang sama "NINE" (2009). Broadway's "NINE" adalah drama musikal yang diadaptasi dari film semi biografi 8 ½ karya Federico Fellini di tahun 1963.

Ada beberapa nama yang pernah memerankan drama musikal Broadway's "NINE" sebagai 'Guido Contini' misalnya Raul Julia, dan Jonathan Pryce, tetapi kali ini di film "NINE", sosok Daniel Day-Lewis tampaknya lebih 'khas Italia'. Daniel, tampil lebih pas dari aktor-aktor sebelumnya dengan nilai tambah postur tubuh, raut muka spesifik dan tentu saja 'his amazing Italian accent'. Daniel adalah seorang aktor yang memiliki "impressive accent skills" yang sudah tidak perlu diragukan, dan itu dapat dibandingkan dengan film-film sebelumnya misanya, There Will Be Blood (2007) yang memberinya Oscar, juga filmnya yang lain misalnya Gangs of New York (2002), In the Name of the Father (1993), dll. Menikmati perubahan-perubahan aksen bicara yang ditampilkan Daniel pada film-film yang berbeda, selalu menarik untuk didengar.

Alkisah Guido Contini seorang sutradara brilian, dikagumi, yang kemudian masuk pada stagnansi dalam berkarya karena polemik kehidupan percintaannya. Di tengah akan memproduksi film terbarunya, ia mempunyai masalah waktu dan inspirasi, oleh karenanya ia belum memiliki skenario dan ia harus bertanggung jawab dengan sang producer (Ricky Tognazzi). Ia sulit mendapatkan inspirasi baru untuk kembali berkarya. Sehari-hari ia selalu dikelilingi wanita-wanita cantik, ia juga memiliki seorang istri yang baik dan cantik, Luisa (Marion Cotillard), tapi juga menjalin hubungan asmara dengan seorang wanita bernama Carla (Penélope Cruz) dan sempat hampir masuk perangkap Stephanie (Kate Hudson), seorang jurnalis dari majalah fashion. Masalah bertambah, hubungannya dengan Claudia (Nicole Kidman) yang menjadi pernah menjadi sumber inspirasinya pun jadi semakin rumit karena Claudia menolak untuk menjadi bagian di filmnya lagi. Semuanya perempuan pada saat yang sama ingin merebut hatinya dan ingin menjadi yang paling spesial. Saat Maestro Contini merasa benar-benar terpuruk, membawa kenangan pada sang mamma (Sophia Loren), ia kembali ingin sebagai anak kecil dalam lindungan ibunya, ia juga kembali kepada memory seorang perempuan dari kenangan masa kecilnya Saragina (Fergie). Di saat memasuki umur paruh baya, ia masih terjebak dalam sifat 'anak-anak', masa-demi masa sampai di usianya yang ke 40-an rupanya belum kunjung membuatnya menjadi pria matang dan dewasa, sehingga ia sulit memadukan tuntutan pekerjaan secara bersamaan dengan kesenangannya untuk berpetualang cinta, semuanya tidak dapat terkelola baik, malah kemudian semuanya itu tidak lagi memberinya kenikmatan. Sang Maestro di dalam keterpurukannya itu beruntung masih memiliki orang kepercayaan sekaligus penata busananya yang kemudian menjadi seorang sahabat dan motivator, Lilli (Judi Dench), sehingga pada akhirnya ia dapat kembali berkarya dan kembali dalam upayanya mengambil hati satu perempuan yang paling dicintainya diantara semuanya.

Sisi psikologis lelaki paruh baya itulah yang menjadi tema cerita, dan yang membuat film ini berkesan. Pemilihan judul "Nine" tampaknya mengarah pada satu 'turning point' pada saat ia berumur 9 tahun, saat ia mengenal sosok Saragina... kemudian angka 9 ini tidak pernah berubah walau ia telah mencapai usia paruh baya. Konflik-konflik ditampilkan mengalir dengan sangat bagus dari awal sampai klimaknya, dan diantara itu diselipkan kisah-kisah flashback yang mengalir manis pula. Untuk sajian ini, tentu tidak lepas dari screenplay yang ditulis oleh Anthony Minghella dan Michael Tolkin. Jikalau Anda menyukai alur cerita brilian yang ada di film English Patient (1996), Anda akan memahami kejeniusan Anthony Minghella dalam mengadaptasi cerita/ novel kepada skenario film kaliber Oscar.

Film "NINE" sangat menarik, musiknya bagus, tata panggung, gerak, kostum, dan juga karena dibintangi aktris-akris kaliber Oscar dan papan atas, Marion Cotillard, Penélope Cruz, Nicole Kidman, Judi Dench, Kate Hudson, Stacy Ferguson, dan Sophia Loren, dan ternyata mereka tidak hanya pandai berakting tetapi bisa juga menyanyi. "NINE", tidak melulu menjadi ajang parade akting dari aktor dan akris mahal, tetapi juga pertunjukan teknik artistik yang rapi, yang mengambil suasana Italia di tahun 1960-an yang dipaparkan dengan detil, sudut-sudut pengambilan gambar tersaji cantik, dengan iringan lagu-lagu karya Maury Yeston yang sudah dikenal itu, semakin menegaskan megah dan glamournya film ini.

Hampir semua pendukung film ini memberikan penampilan terbaik mereka, walaupun mungkin Marion yang paling terlihat menonjol di antara para bintang-bintang yang terlibat. Marion, mampu mengimbangi akting Daniel, berperan dengan sebagai Luisa Contini, seorang istri yang baik, patut dicintai, terlihat dari ekspresi mata, gerak tubuh, keanggunan terlihat begitu cantik. Sebagaimana di film La Vie en Rose (2007) yang pernah memberinya Oscar. Di film ini Marion juga menyanyi dengan penghayatan yang sangat bagus terutama pada lagu "My Husband Makes Movies....". Kate Hudson di film ini memberi satu kejutan untuk lagu Cinema Italiano, ia menyanyi dan bergoyang ala American Singer 'Britney Spears', wow! Kate sungguh mencuri perhatian! Daniel Day-Lewis berhasil membawakan Guido's Song dan I Can't Make A Movie dengan totalitas penghayatan seorang yang sedang kacau penuh problema, Sedangkan Judi Dench juga dapat tampil menarik ketika membawakan lagu Folies Bergère, dan nyanyian lullaby sang ibu Guarda La Luna (Sophia Loren), lagu-lagu tersebut lebih dari sekedar nyanyian untuk sebuah adegan film. Stacy Ferguson pada lagu Be Italian menampilkan vokal yang prima dalam tata gerak/ koreografi yang memukau di atas panggung opera yang spektakuler. Penélope Cruz berperan sebagai perempuan yang terlibat perselingkuhan dengan Sang Maestro, menyanyi untuk lagu "A Call from the Vatican", ia dapat mengakomodasi sensualitas dirinya dengan sangat provokatif seperti penyanyi/ penari pro yang menguasai panggungnya, tidak heran dialah yang terpilih sebagai nominasi aktris pembantu terbaik untuk Oscar 2010. Lagu Take It All ditampilkan sebagai ganti dari lagu "Be on Your Own", sayang sekali..., tetapi itu dapat terobati dengan tetap tampilnya lagu Unusual Way, sebuah ballad yang paling cantik dalam drama musikal "NINE" ini, dan Nicole Kidman membawakannya dengan lumayan baik karena dibungkus dengan tatanan musik yang menyentuh dalam iringan orkestra dan petikan guitar yang menonjol.

Di Oscar 2010, "NINE" mendapat nominasi untuk: Actress in a Supporting Role (Penélope Cruz), Art Direction (John Myhre, Gordon Sim), Costume Design (Colleen Atwood), dan Original Song Take It All, musik dan lyric-nya ditulis oleh Maury Yeston, sayang kali ini MaestroYeston, kurang mujur. Tetapi walaupun lepas dari gelar-gelar "yang terbaik" di Oscar 2010, "NINE" tetapi tetap dalam posisi "kaliber oscar" yang menarik, menghibur dan sebuah sajian karya seni yang indah. Sayang sekali kalau film ini dilewatkan :).

-----

Rob Marshall ... Director
Michael Tolkin, Anthony Minghella ... screenplay
Maury Yeston, Arthur Kopit ... Broadway musical "Nine"
Mario Fratti... Broadway musical "Nine" Italian original


Cast :
Daniel Day-Lewis ... Guido Contini
Marion Cotillard ... Luisa Contini
Penélope Cruz ... Carla
Sophia Loren ... Mamma
Nicole Kidman ... Claudia
Judi Dench ... Lilli
Kate Hudson ... Stephanie
Stacy Ferguson ... Saraghina (as Fergie)
Ricky Tognazzi ... Dante - Producer of 'Italia'



Blessings,
Bagus Pramono
March 23, 2010

Last Updated on Wednesday, 31 March 2010 06:42
 


Page 3 of 20