SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Family & Relationship
Family & Relationship


Pendidikan Rumah : Orang-tua Sahabat Anak

E-mail Print PDF
User Rating: / 5
PoorBest 
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. (Amsal 27:6)


ImagePendidikan yang baik itu bukan hanya "membelai", tetapi juga "memukul" tentu saja dengan maksud baik, bukan menyiksa. Orang tua adalah sahabat bagi anaknya, setidaknya orang tua lebih tahu pahit manis kehidupan daripada si anak, lebih dahulu tahu, lebih berpengalaman, sehingga mereka perlu selalu menunjukkan apa yang baik dan apa yang buruk dan perlu dihindari supaya anaknya terhindarkan dari hal-hal yang tidak baik. Orang tua yang baik mempersiapkan anaknya menjadi orang bijak, Amsal 9:9 menulis "berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah".

Ketika anak kita lahir, ia adalah kertas kosong, siap diisi apa saja oleh orang tuanya dan pendidiknya. Dan masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi proses perkembangan fisik dan mental si anak, orang-tua dalam hal ini berperan sebagai penjaga. Anak-anak adalah harta bagi orang-tuanya. Jagalah hartamu supaya mereka menjadi berguna dan senantiasa berkembang.

Pujian, belaian dan kasih-sayang adalah susu yang baik. Anak-anak kita tetap memerlukannya sampai ia besar. Gula-gula yang manis-manis (kata-kata yang manis) juga disukai anak-anak. Tetapi tidak selamanya hanya susu dan gula yang kita berikan, terlalu banyak gula tidak baik, terlalu banyak susu juga tidak baik. Pada saatnya mereka harus makan makanan keras (bergumul tentang sesuatu, berjuang), dan kata-kata pedas ataupun keras sering juga diperlukan sebagai kritik yang membangun.

Tidak ada orang sukses yang instant, tidak ada sukses kebetulan, semua ada persiapannya. Tidak ada produksi orang bijak yang instant, orang tua harus mempersiapkannya. Anak-anak muda bersalah itu biasa. Ketika anak berbuat salah, orang tua tidak perlu panik, marah yang berlebihan ataupun malu dan menutupinya, dan sebaiknya mereka senantiasa berkaca pada masa lalunya dulu, sehingga mereka dapat memberitahu apa yang sebaiknya dilakukan dan dihindarkan oleh si anak. Kasih itu peduli, senantiasa memperhatikan. Jika seorang muda itu sudah hebat dari sononya dan tidak pernah berbuat salah, tentu tidak perlu orang-tua menyekolahkannya. Toh kita mengirimkan anak-anak kita ke sekolah-sekolah terbaik. Artinya, membentuk anak/ generasi muda yang baik dan bijak itu suatu proses, bukan sesuatu yang instant.


Selamat mencetak generasi sukses.


Blessings in Christ,
Bagus Pramono
April 23, 2009

Last Updated on Thursday, 23 April 2009 18:46
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 3