SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Info buku HAMBA DUIT - hamba allah

HAMBA DUIT - hamba allah

E-mail Print PDF
User Rating: / 39
PoorBest 
ImageHarus diakui saat ini tak ada gelar profesi yang sedemikian mudah diraih seperti gelar pendeta, sebab untuk mendapatkan gelar ini tidak ada persyaratan yang jelas. Lagipula gelar ini tidak dilindungi oleh undang-undang tertentu, jadi siapa saja boleh menobatkan, mentahbiskan, atau mengurapi dirinya, entah dengan minyak ataupun tanpa minyak, sebagai pendeta. Lagipula tidak akan ada jemaat yang berani bertanya, "Bapak lulusan sekolah teologi mana?"

Di samping itu, untuk menjadi pendeta tidaklah dibutuhkan pengetahuan khusus. Bahkan pengetahuan Alkitab pun tidaklah penting, sebab untuk menyusun satu khotbah, dengan mudah kita bisa mendapatkan ayat-ayat kunci yang dibutuhkan dari konkordansi. Hal yang sama juga diakui oleh pendeta kondang dari USA, Jim Bakker. Ia mengakuinya sendiri, boro-boro membaca Alkitab, membaca konteksnya saja jarang mau ia lakukan.

Dan kalau kita melihat para Hamba Tuhan di hotel-hotel berbintang, membuat kita jadi iri. Bagaimana tidak, pakaiannya selalu rapi dan bermerek. Mobil pribadinya pun aduhai, sehingga rasanya tidaklah mungkin mereka pernah mengikrarkan kaul kemiskinan seperti layaknya pastor Katolik.

Memang kita tidak bisa menuntut agar mereka mengikuti jejak St. Fransiskus Asisi yang mempraktikkan kaul kemiskinan tulen, sehingga ia mendapat julukan "Si Miskin" ([i]Il Poverello[/i[) sampai akhir hayatnya; atau mengikuti jejak dari Rasul Paulus di mana ia bersedia meninggalkan segala yang ia miliki, mulai dari jabatan, harta sampai sahabat-sahabatnya, hanya untuk menjadi hamba-Nya Tuhan.

Menjadi pendeta bukan sekadar harus pintar bicara seperti layaknya seorang sales dan mengutip ayat serta membangkitkan semangat, tetapi yang terpenting dari segalanya adalah, hati yang tulus dan mengasihi Tuhan lebih besar daripada mengasihi dirinya sendiri. Berani berkorban dan hidup seadanya. Walaupun demikian, ini tidak berarti setiap pendeta harus hidup miskin.

Melalui buku ini Mang Ucup berusaha menyoroti kehidupan dan cara pelayanan berbagai pendeta yang selayaknya disebut sebagai Hamba Tuhan tetapi kenyataannya lebih senang dilayani daripada melayani. Hal ini mengakibatkan pandangan mereka jadi kabur, sehingga tidak bisa lagi membedakan antara domba sesat dan domba lezat.

Hamba duit atau Hamba Tuhan yang lebih mementingkan kesejahteraan dirinya sendiri bukanlah hal yang baru. Bahkan sejak zaman Nabi Yeremia hal ini sudah ada (Yeremia 6:13). Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung-baik nabi maupun imam semua-nya melakukan tipu.

Buku ini bukan ditujukan untuk menghakimi perorangan ataupun gereja tertentu, sebab di gereja maupun aliran mana pun akan selalu ada kambing hitamnya. Tetapi agar kita sebagai umat lebih bisa mawas diri terhadap gembala kita, untuk bisa membedakan mana Hamba Duit dan mana Hamba Allah, sehingga kita bisa digembalakan di jalan yang benar dengan tujuan yang benar. Terlebih lagi agar kita bisa saling menguatkan iman kita.


Mang Ucup





1. Profesi Pendeta yang Aduhai


ImageBerdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di negeri Belanda, profesi pendeta menempati peringkat ketiga sebagai pekerjaan yang paling dihormati. Bahkan saat ini banyak orangtua di Indonesia yang akan merasa lebih senang kalau mempunyai menantu seorang pendeta daripada dokter atau insinyur.

Betapa tidak, pendeta itu mirip dengan pejabat tinggi. Di mana saja akan selalu diperlakukan sebagai VIP dan tamu yang paling dihormati. Kalau ada perjamuan makan, pasti pendetalah yang akan selalu lebih diutamakan daripada tamu lain. Oleh karena itu, tidaklah heran kalau pada zaman ini banyak orang yang ingin menjadi pendeta. Dan, ini bukan di kalangan orang awam saja, bahkan para konglomerat pun demikian. Lihat saja, berapa banyak konglomerat di Indonesia yang beralih profesi menjadi pendeta tetapi sebaliknya banyak pula pendeta yang akhimya menjadi konglomerat.

Untuk mendapat gelar pendeta tidaklah sukar, sebab untuk mendapatkan gelar ini tidak ada persyaratan yang jelas. Lagipula gelar ini tidak dilindungi oleh undang-undang tertentu. Jadi, siapa saja, kapan saja, dan di mana saja boleh menobatkan dirinya sebagai pendeta. Di samping itu, tidak akan ada jemaat yang berani bertanya, "Bapak jebolan sekolah teologi mana?"

Untuk menjadi pendeta, tidak perlu sekolah bertahun-tahun. Kursus tertulis yang setahun atau yang enam bulan pun ada. Atau, cara yang lebih cepat dan lebih mudah lagi adalah dalam jangka waktu 48 jam, Anda bisa mendapatkan ijazah dan gelar pendeta. Dan biayanya pun relatif murah, hanya US $ 29,75 Anda sudah bisa mendapatkan ijazah yang dicetak dengan tinta warna emas.

Nama Anda akan diabadikan dan disahkan sebagai pendeta secara resmi. Untuk in formasi lebih lanjut, silakan hubungi Minister Charles Simpson di USA, telp +1-775-535-7852 atau faks +1-801-383-9138.

Dengan ijazah tersebut Anda berwenang membuka usaha, eeeh oo. maksud saya gereja sendiri, membaptis siapa pun, memberkati pernikahan, bahkan menerima pengakuan dosa. Dan yang terpenting, Anda juga layak menerima persepuluhan maupun kolekte.

Bagi mereka yang belum berpengalaman membuka bisnis gereja, bisa menghubungi Mang Ucup untuk mendapatkan bimbingan berupa franchise, karena saat ini Mang Ucup sedang menyiapkan buku panduan bagaimana mendirikan usaha rohani.

Di samping itu, untuk menjadi pendeta tidaklah dibutuhkan pengetahuan khusus, bahkan pengetahuan Alkitab pun tidak penting. Sebab untuk menyusun khotbah, dengan mudah kita bisa mendapatkan ayat-ayat kunci yang dibutuhkan dari konkordansi. Hal yang sama juga diakui oleh pendeta kondang dari USA, Jim Bakker. Ia mengakui, boro-boro membaca Alkitab, membaca konteksnya saja jarang mau ia lakukan. Bahkan ada cara yang lebih mudah lagi, kita tinggal nyontek di Internet. Mau khotbah tentang apa pun, di sana sudah siap, ditulis oleh pada pendeta/ romo yang berbobot.

Begitu juga dengan penghasilan atau gaji dari seorang pendeta, tidak ada ketentuan atau tarif yang jelas. Kalau gerejanya milik sendiri, otomatis brutto = netto 100%. Dan Anda tak perlu ragu untuk menuntut gaji minimum 40% dari hasil kolekte dan persepuluhan, karena hal ini pemah dilakukan juga oleh seorang pendeta dari Medan. Bahkan berdasarkan Alkitab sebenamya pendeta berhak mendapatkan gaji 110%, sebab Bani Israel terdiri dari 11 suku = 11 x 10%.

Cara yang lebih ampuh untuk bisa cepat kaya adalah dengan mengancam akan dibunuh bila jemaatnya tidak mampu mengumpulkan dana minimum 1 miliar, seperti yang dilakukan oleh Pdt. Oral Roberts. Ia mengungkapkan bahwa ia memerlukan uang sekitar US$ 8,3 juta. Ia menuntut secara halus agar semua orang Kristen di USA untuk mengirimkan uang kepadanya. Jika sampai tanggal tertentu uang itu belum terkumpul, maka ia pasti akan mati dipanggil pulang kampung oleh Tuhan. Dan kenyataannya, dengan ancaman tersebut itu ia berhasil menggalang dana jutaan US$.

Oleh karena itu, bagi Anda yang saat ini belum memiliki profesi ataupun yang baru kena PHK. Jangan ragu-ragu untuk segera mendaftarkan diri menjadi pendeta. Selain penghasilan yang aduhai, kesempatan untuk mendapatkan hibah berupa vila atau tanah ribuan hektar, maupun jalan-jalan keluar negeri jauh lebih banyak daripada hanya menjadi karyawan biasa. Buat apa jadi Mr. Nobody terusmenerus bila Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi VIP. Setiap minggu berdiri di atas mimbar di hotel berbintang atau khotbah di stadion yang dihadiri oleh ribuan orang. Dan perlu diketahui, untuk gereja tidak ada istilah KKN, sebab apa yang dimiliki Bapa adalah miliku juga.





2. Yu...uk....Jualan Firman


ImageSetelah satu bulan berusaha mencari sesuap nasi, temyata terasa sekali betapa sukar mencari duit di zaman ini. Boro-boro dengan cara yang halal, yang enggak halal pun sudah kagak kebagian lagi. Oleh sebab itu seorang rekan menganjurkan, daripada Mang Ucup jualan koran di milis secara gratisan, lebih baik jualan firman saja yang lebih jelas hasilnya.

Lagipula jualan firman itu "tidak haram", bahkan kita bisa mendapatkan keuntungan surgawi maupun duniawi. Berbeda dengan si Akang penjual bakpauw, selain direcokin para preman kaki lima, kagak mungkin ia bisa jualan bakpauw di TV; sedangkan para penjual firman dengan mudah bisa mejeng di TV.

Para penjual firman tidak bisa disamakan dengan si Mbok penjual jamu gendong. Anda boleh hafal seluruh isi Alkitab dari Alfa sampai Omega, di mana tiap titik dan koma sudah ngelotok hafal di ubun-ubun, tetapi kalau tidak mengetahui kiatnya, jangan harap Anda bisa sukses.


Pertama, kita harus mengadakan riset pemasaran. Kita harus mengetahui, hendak masuk ke segmen mana? Seberapa besar pasar yang ada? Siapa pesaing kita? Siapa target pasar yang kita tuju? Dalam ilmu pemasaran ini disebut Segmentation & Targeting.

Untuk menggaet segmen konsumen menengah ke bawah cukup kalau ala Musa di bawah tenda. Tapi kalau ingin menggaet golongan the have atau kelas papan atas, sebaiknya mencari hotel berbintang. Lokasi usaha (baca" gereja") menentukan omset dari penjualan firman, maklum dari pihak Produsen sudah ditentukan bahwa sebagai sales kita hanya boleh mengambil keuntungan 10%.

Seperti layaknya makanan di hotel berbintang, santapan rohani yang disajikan pun harus diberi garnis, bukan hanya untuk mempercantik santapan, tetapi juga bisa menambah enak rasanya, membuat para pelanggan lebih tertarik untuk menikmatinya. Gamis itu bermacam-macam jenisnya, mulai dari yang lucu sampai yang sedih. Yang penting customer bisa duduk gembira (dugem).

Kalau kita perhatikan hampir semua agama mempunyai. satu tujuan: Harus laris. Rumah ibadah pada zaman sekarang sudah merupakan suatu industri hiburan dengan omset miliaran dollar. Mereka saling bersaing dengan mengundang artis-artis kondang untuk memberikan kesaksian maupun para penjual firman selebritis. Peralatan musiknya jauh lebih canggih dari konser atau tempat karaoke di mana pun juga.

Para pengkhotbah pun saling, berlomba untuk di iklankan di berbagai media massa. Tidak berbeda dengan para penyanyi di MTV, bahkan bukan hanya VCD artis atau VCD Inul saja yang telah membuat geger secara nasional, VCD kesaksian pendeta yang di fatwa pun sudah banyak bajakannya dijual. Ingat, sebelum Anda difatwa mati, Anda belum beken.

Memang jualan apa saja yang berbau agama, pada masa sekarang ini lagi ngetren, mulai dari musik rohani sampai wisata rohani. Semuanya ada. Para politikus pun saling berlomba mendirikan partai agama, bahkan para pengamen jalanan sudah mengetahui pangsa pasar ini sehingga mereka mengalihkan jenis lagu yang dinyanyikan dari dangdut ke lagu rohani dengan maksud meningkatkan omset.

Bagi mereka yang ingin terjun dalam bisnis Agama-Multilevel Marketing, MLM Agama-bisa join franchise ke Mang Ucup. Bagi para peminat yang serius silakan menghubungi Mang Ucup.





3. Kiat Jualan Firman

ImageUntuk jualan Firman tidak dibutuhkan pendidikan khusus. Sertifikat diploma bisa kita beli. Para pejabat tinggi saja, mulai dari kades sampai dengan anggota DPR, pada beli diploma. Anda sebagai wong cilik pun tentu berhak melakukan hal yang sama dengan moto Everybody does it.

Yang penting diplomanya harus dari universitas di luar negeri, sehingga tidak akan begitu mudah di cek keasliannya. Walaupun demikian, jangan mengaku lulusan Universitaet Tuebingen kalau perkataan Ich liebe Dich = lo geblek! saja ora ngerti!

Tiap pengusaha akan selalu menentukan target yang ingin dicapai, begitu juga dengan pejual Firman. Hanya gereja zaman baheula saja yang tidak memiliki target, sebab nilai target itu penting untuk menentukan bobot Anda sebagai penjual Firman. Tentu lebih keren kedengarannya kalau Mang Ucup mempunyai gelar "Pendeta Ribuan Umat", sebab kalau masih di bawah seribu, Anda tidak bisa dinilai sebagai pendeta sukses, sebagai patokan target adalah Khotbah Yesus di bukit-5.000 umat. Lihat saja iklan para penjual firman di koran tempat mereka mempromosikan "Owe telah membaptis 3.000 orang", apakah ungkapan ini telah menyakitkan rekan kita dari agama lain, ini tidak jadi masalah, "Emangnya Gue Pikirin" (EGP). Yang penting nama Owe bisa dimuliakan.

Untuk mencapai target sebaiknya dicari beberapa "headhunter", sebab mana mungkin kita bisa memenuhi target kalau kita tidak nyolong domba tetangga, umpamanya dengan cara "menginjili mereka". Memang agama Kristen itu agama bodor. Betapa tidak, orang yang sudah jadi Kristen kok di injili lagi. Yang sudah dibaptis kok harus dibaptis lagi dengan alasan baptisannya kagak bener. Tetapi minimum dengan cara begini kita akan lebih mudah menggaet domba tetangga.

Apakah Anda tahu bahwa di Jakarta ada "headhunter" profesional? Mereka menuntut komisi untuk tiap jemaat yang bisa mereka gaet pindah ke gereja Anda. Komisinya tergantung dari kualitas domba yang digaet. Domba gemuk ala Mang Ucup yang berat badannya lebih dari 90 kg tentu nilainya beda dengan si Akong penjual bubur. Begitu juga untuk artis / selebritis nilainya lain daripada Mr. Nobody. Perlu diketahui bahwa jumlah domba itu adalah aset Anda yang Anda miliki itu, sebab formulanya adalah Income = Jumlah Domba x 10% + kolekte.

Gereja zaman' sekarang adalah adalah Dugem, di mana setiap gereja saling berlomba agar jemaatnya betah DUduk GEMbira, tidak pindah ke kandang lain dan untuk itu gerejanya harus nyaman, full AC. Mereka pun harus bisa menyajikan bermacam-macam show, mulai dari musik yang greng sampai tarian, lawak rohani, maupun kesaksian dari bermacam macam artis, napi, maupun dukun.

Sedangkan para penjual Firman yang trend adalah mereka yang pintar sulap seperti beberapa tokoh agama di India, selain bisa menyajikan berbagai macam mukjizat penyembuhan juga mampu menurunkan hujan serbuk emas maupun diamond. Dan ini bukan sekadar bodor lagi, melainkan benar-benar kenyataan dan juga di praktikkan di beberapa gereja.

Kiat-kiat bisnis seperti di atas, sah-sah saja. Tapi ada beberapa penjual firman yang merasa dirinya mendapatkan "Licence to Kill" ala zero-zero pitu. Bagi mereka membaptis seseorang itu seperti juga berburu: "Nih lihat, AKU sudah membaptis sekian ratus orang bulan ini! Sehingga berhak untuk mendapat sekian point di surga!", jadi mirip seperti main game di komputer.

Perlu diketahui rupanya bagi mereka untuk setiap orang yang dibaptis ada poin-poin yang bisa diraih. Yang paling rendah poinnya adalah membaptis orang kafir seperti si Aliong penjual panggang babi. Nilai poin lebih tinggi bisa diraih dengan membaptis saudara kita dari agama lain dan tentunya sudah bisa dibilang hebat kalau bisa membaptis dukun, ahli feng shui, atau anggota satgas dari berbagai macam aliran agama lainnya, sebab poinnya lebih tinggi lagi.

Bahkan seorang penjual Firman lainnya merasa dirinya hebat. Ia bisa pamer sambil membusungkan dada: "Nih, lihat AKU telah berhasil membaptis sekian puluh kiai dan sekian ratus anggota Laskar Jihad. Cobalah hitung berapa poin yang bisa aku raih!" Rupanya ia merasa bisa mendapatkan bintang untuk tiap kiai yang ia baptis. Apalagi kalau bisa membaptis seorang tokoh agama, wah pasti bisa langsung diangkat naik ke surga!

Bahkan bukan sekadar dongeng, di mana ada pendeta yang bersedia membayar uang ratusan juta agar bisa duduk bersebelahan dengan Gus Dur pada saat beliau masih menjabat presiden, dengan begitu ia jadi tampak hebring, apalagi kalau masuk warta berita di TV. Ini namanya promosi terselebung untuk mengiklankan diri.

Dan lucunya, kebanggaan untuk bisa menggaet umat dari agama lain, bahkan kalangan sesama umat Kristen sendiri, sudah menjadi suatu yang ruaa ... ar biasa. Lihat saja kesaksian-kesaksian para pendeta yang pindah ke agama Katolik, atau sebaliknya para romo yang beralih agama menjadi jemaat dari gereja protestan atau pentakosta.

Menurut penilaian Mang Ucup, segala macam kiat untuk meningkatkan target penjualan Firman itu sah-sah saja, selama mereka tidak merugikan orang lain seperti kiat haram yang terakhir disebut di atas, sebab hal tersebut memojokkan dan melecehkan agama lain.





4. Bulogate vs Heavengate

Uang adalah akar dari banyak kekacauan dlm dunia ini, lihat saja Bruneigate, Bulogate, bahkan sekarang ada Heavengate. Yg terlibat di Heavengate itu pada umumnya adalah para Pdt yang bisa menurunkan bukan hanya roh kudis saja, bahkan serbuk emas, diamond dari Pintu Surga. Demi uang mereka bersedia menguliti domba-dombanya untuk dijadikan bakso ato gule kambing. Yehezkiel 34:2-5, "Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan."

Mungkin ada pembaca yg menilai apa yg saya tulis s/d saat ini hanya sekedar bodor ato provokasi picisan saja, tetapi perlu Anda ketahui apa yg saya tulis itu benar-benar nyata terjadi dan pernah di praktekan maupun dikotbahkan oleh para Pdt Heavengate dari aliran Teologi Kemakmuran kepada umatnya.

Karena uang jugalah sehingga terjadinya pemutar balikan ayat-ayat dalam Alkitab dan pemberitaan Injil yg simpang siur yang menyesatkan domba-dombanya. Bahkan Rasul Paulus sendiri menulis "akar dari segala kejahatan ialah cinta uang" ( 1 Timotius 6:9-10).

Karena ajaran sesat dari beberapa Pdt Teologi Kemakmuran, yang menyatakan bahwa kalau Anda masuk gereja aliran X Anda akan bisa jadi kaya-raya atau dapat mobil BMW dsb-nya, ini adalah ajaran yang ngawur. Mereka berusaha untuk bisa memanfaatkan Tuhan, bahkan menganggap bahwa Tuhan itu adalah jongos mereka, dimana bisa di suru ini dan itu untuk memuaskan dan memenuhi keinginan duniawi mereka. Ajaran seperti ini adalah ajarannya si setan seperti digunakan ketika ia mencoba Hawa (2 Korintus 11:3-4).

Mereka berusaha untuk meyakinkan umatnya bahwa dgn beribadah itu bisa mendapatkan keuntungan duniawi (1 Timotius 6:3-6), dan menilai bahwa semua orang kaya itu adalah orang-orang yang diberikati oleh Tuhan, sedangkan kalho tetap kere berarti imannya lemah, tetapi bagaimana dgn para koruptor, germo, drugs baron, mafiosi apakah mereka juga orang yg diberkati?

Memang tidaklah dosa dan juga tidaklah salah kalau kita memiliki uang, tetapi kenyataannya hal yang kebalikannyalah yang terjadi dimana uanglah yang memiliki mereka. Tadinya mereka berpikir, bahwa mereka bisa mengendalikan uang, tetapi kenyatannya merekalah yg dikendalikan oleh uang, sehingga mereka bersedia untuk mengorbankan apa saja, mulai dari waktu, keluarga s/d Allah yang disembahNya. Orang tidak akan tergelintir oleh kekayaannya, melainkan tergelintir, karena kerakusannya yg selalu ingin menjadi lebih kaya lagi. Perlu diketahui bahwa kebanyakan orang kaya selalu merasa tidak cukup memiliki uang atau harto.

Para Pdt Heavengate menilai, bahwa karunia Allah itu adalah komoditi yang mereka bisa perjual belikan, rupanya mereka belum pernah membaca Kisah Para Rasul 8:18-19.

Mereka menawarkan kepada umatnya berbagai macam mukjizat, mulai dari segala macam sulap bodoran s/d mukijizat penyembuhan hanya untuk menggaet uang umatnya. Tuhan telah memperingatkan kepada kita janganlah meminta bayaran untuk mukjizatKu bahkan tersirat sekalipun jangan! Mereka yg telah menjual mukjizat penyembuhan akan dikutuk penyakit AIDS ato kusta s/d keturunan mereka, kalho kagak yakin bacalah (2 Raja 5:26-27).

Baiklah saya akhiri tulisan ini dgn mengutip ayat dari Amsal: Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. (Amsal 15:16)

Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. (Amsal 30:7-9)
http://www.mangucup.org/modules.php?op= ... le&sid=320






5. Persepuluhan Itu Sesat dan Lezat!


ImageMang Ucup inginnya sih ikutan demo untuk turut , menduduki gedung DPR (Dewan Pemerkosa Rakyat), tetapi karena berada jauh dari tanah air, biarlah demo di depan komputer aza, sambil mengajak para pembaca ikut-ikutan demo. Bagaimana kalau mulai hari Minggu yang akan datang, kita juga demo alias mogok untuk tidak memberikan perpuluhan lagi? Wah ini dosa, Mang; sebab kewajiban memberikan perpuluhan sudah tercantum di Alkitab!

Inilah yang sebenarnya disebut doktrin ngawur alias doktrin sesat. Kalau Anda mau memberikan perpuluhan hanya karena alasan doktrin ini, berarti Anda sudah menjadi korban pemerkosaan rohani. Kaciaaan deh loe!

Perpuluhan itu tidak alkitabiah, doktrin ini disebarluaskan dan di-brain washing kepada umat oleh para salesman PT. Surgawi untuk memperkaya entah gerejanya, entah dirinya sendiri. Bahkan ada beberapa gereja yang sudah melakukan praktik ala Mafia, di mana mereka memaksakan umatnya agar menandatangani surat pernyataan mengenai penghasilan bulanan mereka dan menyatakan kesediaannya untuk memberikan perpuluhan secara tertulis. Jadi, mirip dengan surat perjanjian utang piutang, begitu .... Apabila Anda melalaikan kewajiban Anda, maka Anda akan mendapatkan peringatan dari Debt Collector-nya (baca: penatua/ diaken) atau akan di permalukan di depan umum dengan peringatan dari atas mimbar.

Menurut Alkitab, dan mungkin juga sebagian besar pembaca, Mang Ucup itu penipu (baca : "perampok"). Kenapa? Karena ogah memberikan perpuluhan. Tapi kalau Anda kagak percaya, bacalah: "Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu (merampok) Aku. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami menipu (merampok) Engkau?' Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!" (Maleakhi 3:8).

Di samping itut bukankah di dalam Alkitab tercantum dengan jelas bagi mereka yang mau memberikan perpuluhan (menabur) akan dapat menuai lebih banyak pula. "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit/ akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga" (2 Korintus 9:6) dan sederet ayat-ayat untuk mendorong kita agar lebih rajin dan lebih banyak memberikan perpuluhan, agar Allah tetap berkenan kepada kita, agar kita bisa tetap berhubungan baik dengan Allah, bahkan agar Allah tidak pelit pada kita. Jadi kita akan bisa menuai jauh berlipat ganda daripada apa yang kita tabur.

Kadang-kadang saya suka bertanya, apakah Allah itu sama seperti para pejabat ketika zaman Orba, di mana kita harus memberikan uang pelumas (nyogok = menabur) terlebih dahulu sebelum kita bisa mendapatkan projek.

Apakah dengan menabur kita bisa memojokkan Allah ke dalam posisi "berutang" kepada kita? Bahkan Rasul Paulus pernah bertanya, "Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?" (Roma 11:35). Jadi, bukankah yang kita berikan kepada Dia sebenarnya milik Dia juga. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Ingat, bagi Tuhan Yesus persepuluhan itu tidaklah penting. Kalau tidak percaya, baca Matius 23:23 "Celakalah kamu ... hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

Persembahan perpuluhan sebenarnya berasal dari zaman Perjanjian Lama, saat mereka belum mempunyai pemerintahan seperti sekarang ini. Pada saat itu, bentuk pemerintahan Israel adalah Teokratis, yang berarti di bawah peraturan Allah. Sebenarnya ada tiga persembahan perpuluhan, yaitu 10% untuk suku Lewi, 10% untuk membiayai perayaan hari raya, dan 10% untuk fakir miskin. Ini adalah persembahan wajib, sama seperti "pajak" yang harus kita setor kepada negara pada masa kini. Perlu diketahui bahwa memberikan perpuluhan tidak dimulai oleh Taurat Musa, melainkan juga oleh Abraham (Kejadian 14:20) dan juga bangsa-bangsa kuno lainnya, karena ini sama seperti pembayaran pajak. Tetapi sekarang kita sudah melunasinya dengan membayar pajak kepada negara, karena itu persembahan wajib itu sudah tidak ada dan tak ada paksaan lagi.

Persembahan seharusnya diberikan bukan dengan paksaan atau dengan ancaman dari bermacam-macam ayat dari Alkitab. Persembahan harus diberikan secara sukarela, bahkan pada saat membangun kemah suci Allah berkata kepada Musa, "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagiKu persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya" (Keluaran 25:2). Di sini tercantum dengan jelas "tanpa paksaan", hanya bagi mereka yang terdorong hatinya. Bahkan pernyataan ini diulang untuk kedua kalinya dalam Keluaran 35:5. Rasul Paulus sendiri menyatakan, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan" (2 Korintus 9:7). Jadi, tanpa adanya paksaan-tidak ada ayat yang mengharuskan atau memaksakan kita untuk memberikan perpuluhan.

Walaupun demikian, Mang Ucup mendukung sepenuhnya persembahan untuk gereja, entah 10% atau 100%. Itu hak kita masing masing, sesuai dengan keinginan dan kerelaan hati kita. Tetapi saya menentang sepenuhnya bila ini dilakukan dengan cara paksaan, apalagi kalau harus menandatangani surat utang segala macam ala Mafiosi. Janganlah kita memerkosa umat dengan segala macam ayat untuk mengingatkan kewajiban pembayaran upeti, apalagi dengan ancaman fatwa mati segala macam dengan menggunakan kisah seperti yang dialami oleh Ananias beserta istrinya Safira yang harus mati, karena ketidakjujuran mereka dalam memberikan persembahan (Kisah 5:1-11).

Menurut Mang Ucup, bukankah sekehendak kita untuk memberikan persembahan ini dengan penuh rasa sukacita. Bukan seperti dipaksa atau ditodong.





6. Serigala Berkulit Domba


ImageIni mungkin julukan yang cocok untuk diberikan kepada sebagian penginjil zaman sekarang! Wah, ini benar-benar suatu penghinaan berat bagi para pendeta dan penginjil. Sebelum menghina orang lain, bukankah sebaiknya Mang Ucup ngaca dulu siapa dirinya? Amin!

Para penginjil zaman sekarang bukan hanya agresif, bahkan sudah bisa dinilai buas. Kenapa demikian? Karena mereka menilai tiap orang non-Kristen itu wajib diinjili dan harus ditobatkan. Untuk itu, segala macam cara dihalalkan karena di mata mereka, orang-orang non-Kristen itu sama seperti "mangsa" yang harus diburu, diterkam, dan dimakan; bahkan kalau perlu dikoyak-koyak terlebih dahulu.

Acap kali kita membaca di majalah maupun iklan, pendeta A telah berhasil menobatkan sekian ratus bahkan sekian ribu orang. Apakah ini bukan berarti menyolong kemuliaan Allah? Seakan-akan ini adalah suatu prestasi yang luar biasa, seperti seorang pemburu yang telah berhasil membunuh sekian puluh ekor rusa. Bagaimana kita bisa mengukur keberhasilan seorang penginjil maupun pendeta? Apakah berdasarkan jumlah kepala yang telah ditumpanginya dengan tangan (seperti head hunter)? Apakah berdasarkan jumlah orang yang telah ditobatkan dan dipermandikan? Apakah pendeta juga bisa disamakan dengan salesman, jadi mempunyai target yang harus dicapai?

Apakah akan merupakan suatu prestasi untuk seorang pendeta kalau ia telah berhasil mempermandikan pejabat tinggi X, atau artis Y, atau konglomerat Z, atau pembunuh sadis XYZ? Kagak percaya? Dengarlah kesaksian-kesaksian mereka.

Dan lucunya lagi, mereka bukan hanya menginjili orang non-Kristen. Orang yang sudah menjadi Kristen pun masih tetap mau diinjili. Mereka berusaha men-brain washing sekali lagi agar mereka bisa mengikuti alirannya, entah dengan dalih baptisannya kagak bener, entah dengan dalih mereka memiliki Roh kudus yang lebih ampuh dan canggih. Yang sudah pasti, karena warna kulitnya tidak sama alias tidak sealiran.

Kalau "buaya" ditobatkan menjadi domba, masih bisa dimengerti. Tetapi yang sudah jadi domba ditobatkan untuk menjadi domba lagi, aneh bukan? Mungkin bedanya sekarang ditambah dengan merek aliran A ataupun aliran B. Berapa banyak pendeta yang berebutan dan saling menyolong domba gemuk?

Apakah salah kalau saya merasa bahagia tetap menjadi buaya maupun singa? Oleh sebab itu, kenapa harus dipaksa untuk diubah menjadi domba? Apakah orang Kristen bisa memberikan garansi 100% hitam di atas putih bahwa semua umatnya pasti akan naik ke surga, sedangkan yang lain tidak?

Jawabannya pasti: "Baca tuh Alkitab!" Tetapi ingat, baca bukanlah garansi-melainkan percaya. Agama lain pun punya alkitab. Bahkan antarsesama Kristen pun kita saling menyudutkan, dengan ucapan seperti: "Kalau Anda belum dipermandikan dengan cara yang benar, jangan harap Anda bisa masuk surga." Jadi, antarsesama kristiani pun NO GARANSI. Tiap agama, tiap aliran, memproklamasikan "We are the one and only one and we are the best!" Lainnya adalah agama ireng atau agama sesat.
Kalau tidak bisa memberikan jaminan 100% hitam di atas putih, dengan hak apa mereka HARUS menginjili secara paksa?

Apakah Mang Ucup tidak pernah baca Alkitab di mana Tuhan Yesus menganjurkan agar kita menjadi PENUAI? Saya setuju 100% bahwa kita harus menjadi penuai, tetapi bukan jadi "maling" kan?

Apakah Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menuai di ladang orang? Apakah Tuhan Yesus mengajarkan agar kita jadi maling? Cobalah Anda renungkan siapa yang menabur, kalau seorang anak dididik sejak kecil untuk mengikuti aliran agama A, sehingga akhirnya ia percaya akan adanya Sang Pencipta. Lalu, setelah ia percaya, tiba-tiba datang penuai/ penginjil lain untuk menuai mereka dan dimasukkan ke dalam lumbung gerejanya. Orang lain yang menabur bertahun-tahun, kenyataannya Pendeta X yang memetik dan menuainya. Apakah ini bukannya maling?

Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menjadi nelayan-Nya, menjala ikan (non-Kristen) agar mau datang ke gereja. Ini ajaran yang sangat bagus, tetapi kalau saya memancing di kolam tetangga, apakah enggak bakalan digebukin sama orang sekampung? Boleh-boleh dan sah saja kita menjala dan menangkap ikan, tetapi bukankah sebaiknya kita memancing di kolam sendiri, bukannya di kolam orang lain yang telah mereka pelihara sejak kecil? Jadi, penginjil bukanlah tukang nyolong ikan orang.

Umpan ikan zaman modern ialah satu dus supermie atau sembako lainnya, tetapi kenapa ikan yang sudah ada di kolam sendiri tidak pernah kebagian supermie lagi? Apakah masih ada beda antara penginjil dan pencuri?

Tuhan Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Markus 16:15). Beritakanlah tidak berarti "paksakanlah." Ya, kan?

Mang Ucup menulis ini bukannya ingin menjadi tukang kipas dan memperbesar gap antara Kristen dan non-Kristen, melainkan agar kita orang Kristen lebih bisa mengintropeksi diri sendiri, siapa tahu dengan begitu kita bisa mencegah pembakaran-pembakaran gereja atau terjadinya kasus di mana seorang pendeta di Padang dituntut hukuman delapan tahun penjara.






7. Domba Sesat dan Domba Lezat


ImageBanyak penginjil yang memberikan. iming-iming betapa indahnya surga Itu, tetapi tidak menceritakan nerakanya! Surga bisa kita nikmati setelah kita mati, tetapi penderitaan seperti di neraka yang sudah ada di depan mata dan sudah harus dilakoni, tidak diceritakan. Coba Anda renungkan, penderitaan seperti apa yang harus dialami oleh orang yang berganti agama. Ini sama sakitnya seperti dibeset kulitnya untuk diganti kulit.

Antara lain, kita akan dikucilkan oleh keluarga, bahkan diceraikan oleh suami atau istri, menjadi cemoohan orang sekampung, bahkan harus siap diusir dari kampung halaman, maupun kehilangan pekerjaan. Mengapa hal ini tidak dijelaskan terlebih dahulu sebagai konsekuensi maupun bayaran yang mungkin harus dibayar apabila kita ganti agama? Apakah ini bukan menipu, menyuruh orang membeli barang indah, tetapi tidak diberitahukan terlebih dahulu harga maupun cara membayarnya?

Kristus adalah terang dunia, tetapi mengapa ajaran-Nya disampaikan secara remang-remang dan tidak jelas, seperti ajaran burem? Sebelum kita menjanjikan surga, ceritakanlah terlebih dahulu segala konsekuensi yang berkaitan dengan ganti agama. Jadi, bayarnya juga nanti enak!

Kalau ada orang non-Kristen menjadi Kristen, kita bersorak-sorai mengucapkan "Haleluya!" Tetapi cobalah renungkan, apabila orang yang Anda kasihi keluar dari gereja untuk pindah ke agama lain, apakah Anda bisa menerima hal ini dengan rasa sukacita? Apakah Anda tidak merasa sakit? Apakah seluruh anggota keluarga tidak turut menderita karenanya? Apakah dalam hal ini Anda masih bisa berteriak Puji Tuhan dan Haleluya? Saya kira tidak!

Sebelum kita menyakiti perasaan orang lain, renungkanlah terlebih dahulu bagaimana bila hal yang sebaliknya terjadi? Apalagi kalau pendetanya dengan perasaan bangga, sombong, dan tidak tahu malu mempromosikannva secara besar-besaran, "Nih, lihat, gue orang hebat!"

Harus diakui bahwa gereja sekarang dikerumuni oleh orang-orang yang agresif, ambisius, haus akan kekuasaan dan popularitas. Apakah pernah saudara-saudara kita yang non-Kristen bergembar-gembor, "Lihat tuh berbondong-bondong orang-orang Kristen keluar dari gereja, pindah ke agama gue!" Ataukah kitab Injil itu hanya berfungsi untuk pengganjal pintu, kalau tidak bacalah 1 Korintus 10:24, "Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain."

Musa mungkin lebih memiliki otoritas spiritual yang diberikan Allah dari siapa pun juga yang pernah hidup di dunia ini (kecuali Yesus tentunya),tetapi kenyataannya ia TIDAK berusaha menginjili orang Mesir maupun Firaun. Bukankah akan lebih mudah bila ia menginjili Firaun terlebih dahulu, sehingga Dia tidak perlu mengirimkan segala macam tulah dan pusing untuk buron meninggalkan Mesir. Perlu diketahui bahwa penganut agama Yahudi sampai detik ini tidak pernah merasa tertarik untuk menginjili orang non-Yahudi!

Pelajaran utama orang Kristen adalah kasih dan lemah lembut, seperti Musa seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi (Bilangan 12:3). Apabila bukan kasih yang disampaikan melalui firman Allah, maka berarti orang itu telah memberikan ajaran yang sesat dan orang itu adalah nabi palsu dan harus mati. Tul, gak?

"Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati" (Ulangan 18:20).

Dengan rasa kasih dan lemah-lembut di dalam kehidupan kita sehari-hari, akan jauh lebih bermanfaat daripada berkoar-koar seperti tukang jual obat. Kehidupan kita sehari-hari akan bisa mencerminkan Firman Allah; bukannya dengan kesombongan, melainkan dengan kerendahan hati. Kita tidak perlu pamer, seakan-akan hanya agama kitalah yang terbaik dan terhebat di kolong langit ini. Kita juga tidak perlu pamer bahwa kita telah berhasil menginjili sekian ratus orang.

Bukankah tercantum di dalam Alkitab 1 Korintus 12:15-17, "Andaikata kaki berkata: 'Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh', jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: 'Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh', jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?"

Kalau kita ingin membuktikan rasa kasih kita kepada saudara-saudara non-Kristen, janganlah sakiti hati mereka. Marilah kita belajar saling mengasihi seperti yang di canangkan di dalam GBHN 1999 oleh mantan Bapak Presiden: Meningkatkan dan memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta suasana kehidupan yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat kemajemukan melalui dialog antarumat beragama dan pelaksanaan pendidikan agama secara deskriptif yang tidak dogmatis untuk tingkat perguruan tinggi. Amin

Dengan ini juga saya mohon maaf kalau ada katakata yang secara langsung ataupun tidak langsung telah menyinggung perasaan Anda. Di samping itu, mohon dikoreksi kalau ada sesuatu yang salah dalam pengungkapannya. Maklum orang kampung, maka bahasanya juga jadi kampungan.






8. NUBUAT - Lubuat


ImageSangat menyedihkan bahwa pada saat ini Roh Kudus sudah dilecehkan dan disamakan dengan para dukun, tukang ramal. Mereka menilai bahwa nubuat itu adalah ramalan surgawi, sehingga akhirnya mereka tidak bisa membedakan lagi antara Nubuat dengan apa yang Lu-buat? Ramalan-ramalan palsu tersebut telah dibungkus dengan rapih dan diikat oleh perkataan, "Roh Kudus telah berkata padamu ... ", seakan-akan itu adalah Firman dari Roh Kudus.

"Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?" (Yehezkiel 13:7).

"Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat" (Yeremia 23:21).

Begitu maraknya nubuat sekarang ini sehingga telah menjadi satu komoditi yang diperjualbelikan.

Apakah Anda tahu bahwa untuk bisa bernubuat pun telah ada kursusnya dengan diploma jadi asisten Nabi? Banyak orang Kristen yang baru bisa berbahasa lidah sudah langsung merasa dirinya terpanggil untuk bernubuat. Apakah kita sekarang ini telah memasuki era di mana nubuat menjadi barang murahan atau barang rombengan?

Kenapa banyak hamba Tuhan (baca: nabi palsu) melakukan hal ini? Karena mereka mengharapkan dukungan ataupun hadiah dari si pendengarnya dan pujian dari orang yang ikut mendengarkan maupun menyaksikannya agar bisa dinilai sakti dan diakui akan kenabiannya. Maka, tidaklah salah apa yang tercantum dalam kitab Yeremia 6:13, "Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu."

Bagi si pendengar, nubuat-nubuat palsu itu menyenangkan bagi kedagingan dan kesombongan hati kita, karena nubuatan tersebut telah bisa memberikan iming-iming "Nice Dream", berupa janji illahi yang akan bisa memenuhi dan memuaskan nafsu maupun keinginan jasmaniah atau kedagingan kita.

Nubuatan tersebut langsung dianggap asli, sebab pada umumnya datang tepat pada saat kita sedang membutuhkannya, di mana kita sedang mengalami masa-masa sukar ataupun lagi stres dan putus asa, sehingga nubuat tersebut bisa memberikan dream dan memompa semangat hidup kita kembali, tidak beda jauh dengan pil ekstasi. Renungkanlah, pada saat kita kelaparan, racun pun bisa dibilang enak.

Dan harus diakui saat ini banyak jemaat yang pergi ke kebaktian maupun persekutuan doa dengan harapan bisa mendengar nubuat pribadi. Seperti juga pergi ke dukun atau tukang kwamiah. Mereka datang bukan untuk mendengarkan Firman melainkan ingin mendengarkan sesuatu yang bisa memuaskan telinga mereka (2 Timotius 4:3).

Mang Ucup percaya 100% akan adanya nubuat yang asli, bah¬kan saya percaya sekarang banyak orang yang telah mendapatkan karunia untuk bernubuat tulen seperti yang dikutip oleh Petrus sendiri dari nubuatan Nabi Yoel; Kisah Para Rasul 2:16-18, "Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah-bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat."

Yoel 2:28-31, "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu."

Bahkan harus diakui bahwa kita telah di warning keras untuk tidak meremehkan ataupun menghina nubuatan (1 Tesalonika 5:19-21). "Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik."

Nubuat bukanlah ramalan melainkan Firman Allah yang diucapkan melalui perantara nabi maupun orang pilihan-Nya, tetapi kita harus waspada dan harus bisa memilih maupun membedakannya mana nubuat tulen dan mana yang palsu. Yang bisa dinilai palsu adalah nubuat yang sekadar untuk memenuhi kesombongan dan ketamakan hati kita.

Nubuat dari para Nabi pada umumnya berupa teguran dan juga dorongan utama dari para Nabi untuk bernubuat adalah menyatakan isi hati Tuhan kepada umat-Nya agar mereka mau bertobat dan berbalik kejalan yang benar, lihat saja Musa dalam Ulangan 30:2, "Apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini."

Atau Samuel, dalam 1 Samuel 7:3, "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tunjukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin."

Begitu juga seperti yang tercantum dalam ayat-ayat lainnya: Yesaya 44:22; Yehezekiel 14:6; Hosea 6:1; Yoel 2:12; Amos 5:4; Zakharia 1:3; Meleakhi 3:7. Begitu juga dengan Yohanes Pembaptis (Lukas 1:16).

Yesus telah memberikan nubuat pribadi kepada beberapa rasul-Nya, tetapi Ia tidak bernubuat bahwa mereka bakal jadi kaya raya dan beken ataupun akan hidup berkelimpahan sampai umur 100 tahun. Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus agar mereka diperkenankan duduk di sebelah kiri dan kanan-Nya Bapak di surga, tetapi bukan nubuat ini yang mereka terima. Bahkan sebaliknya, mereka dinubuatkan di masa hidupnya akan disiksa dan dibunuh, begitu juga dengan Petrus.

Tuhan telah memberikan warning agar kita tidak mudah diiming-imingi oleh segala macam impian kosong berupa nubuatan-nubuatan gombal melalui para hamba Tuhan yang telah berubah menjadi nabi palsu-kagak percaya baca tuh Yeremia 29:8,9, "Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.





9. Django Koboi Rohani



ImageKetika masih kecil, saya.suka menonton film di bioskop, terutama film koboi; apalagi kalau yang jadi lakonnya adalah Djon Wain atau Kari Kuperpasti hebat. Karena tidak punya duit, kebanyakan saya nonton film layar tancep di gedung misbar. Jadi kalau gerimis langsung bubar.

Sekarang Mang Ucup mau menulis tentang koboi. Sambil nu lis sambil nyanyi, "Aku ini si penggembala sapi". eh seharusnya si penggembala domba ding.

Pendeta sekarang senang dipanggil "Gembala". Ini bukan karena mereka ingin seperti Lucky Luke atau Clint Eastwood, melainkan karena ingin mirip Yesus. Apakah Tuhan Yesus bisa disamakan dengan Djon Wain atau Koboi Rohani? Tentu tidak. Melainkan karena tugas Mesias ialah menjadi Gembala. Tapi mohon dengan sangat gelar Tuhan jangan diubah menjadi Koboi. Yesus tetaplah Tuhan, bukan Koboi Yesus. Ntar murtad lho! Apalagi Tuhan Yesus naik kuda saja tidak pernah.

Para penggemar film koboi tentu masih ingat dengan film berjudul "A Fistfull of dollars" yang dibintangi oleh Clint Eastwood. Untuk para Koboi Rohani zaman sekarang, mana cukup segepok dolar di tangan. Mereka baru action apabila sudah mendapatkan "A fistfull of diamonds".

Yang bisa dikategorikan sebagai para Django Spiritual atau Koboi Rohani adalah para gembala yang mata duitan.

Masih dalam tahap wajar kalau para pendeta mendapat bayaran sekadar untuk biaya hidupnya sehari-hari, atau dalam bahasa Londonya coan cia. Jadi, keuntungan/ penghasilan yang didapatkan sekadar cukup untuk hidup sehari-hari. Umpamanya punya rumah di daerah elit, minimal tiap tahun liburan beserta keluarga ke Eropa/USA, tiap bulan shopping ke Singapur, punya mobil Mercy atau BMW, anak-anaknya sekolah di Australia/USA. Ini semua masih boleh dikategorikan sebagai kelas coan cia. Yang kebangetan adalah mereka yang ngecia alias nyabet hasil kolekte, semuanya untuk diri sendiri ampe ludes, abis tuntas-tas!

Yang termasuk koboi rohani yang over acting adalah mereka yang punya rumah pribadi minimal kamar tidurnya di atas 10, punya swimming pool besar, pembantu lima, ekstra bungalow tempat rekreasi di Puncak/ Anyer, mobil tiga buah, belum lagi beberapa rumah di luar negeri. Memiliki koleksi lukisan, pelukis-pelukis kondang maupun barang-barang antik, dan istrinya punya perhiasan berlian sebesar bola pingpong. Tentu pembaca akan mengkritik bahwa ini sekadar khayalan atau dreamnya Mang Ucup yang ingin jadi Koboi Rohani. TIDAK! Melainkan terbuktikan bahwa ini benar-benar ada dan benar-benar terjadi. Jadi, benar-benar kisah nyata di Indonesia.

Koboi tanpa pistol sama saja boong. Pistol dari para Koboi Rohani adalah: Kartu kredit kelas Platinum (Gold hanya untuk para Penatua gereja), HP-model terakhir, notebook kelas Toshiba ke atas, mobil BMW (maklum, Mercy terlalu mencolok), jas merek Boss/ Armani, sepatu/Ikat pinggang buatan Italia- Gucci/ Testoni, tas Aigner, arloji Rolex.

Dengan perlengkapan seperti begini baru cocok untuk naik mimbar. Sama seperti seorang koboi, bagaimana mau duel, kalau masih pakai bedil sundut zaman baheula. Senjata harus benar-benar tokcer, up to date dan trendi. Dengan penampilan demikian, tiap orang akan yakin bahwa Anda adalah seorang pengusaha ... eh maksud saya koboi yang sukses. (Warning! Jangan pakai merek Versace, sebab ia adalah desainer pemuja setan.)

Coba renungkan dengan akal sehat, bagaimana bisa meyakinkan jemaat kalau pendetanya datang naik Honda Bebek, pakai sepatu kelas Cibaduyut. Jas tidak gablek, belum lagi pakai kemeja model kelas Suka Miskin, malu kan? Jemaat harus yakin bahwa kita adalah pendeta yang benar-benar terpanggil, sehingga mendapatkan berkat berlimpah. Dan ini harus dipamerkan ke jemaat, sedikit show off wajarlah, sehingga akan lebih mudah meyakinkan mereka untuk memberi perpuluhan, dengan motto "Anda pelit kepada Tuhan, Tuhan akan lebih pelit lagi!" - nih buktinya, karena agut tidak pelit sama Oom Han, dikasih semua ini. Haleluya! Amin puji Tuhan!

Apakah ini lagu lamanya Mang Ucup yang terlalu melebih-lebihkan? Perlu diketahuibahwa oret-oretan ini bukan sekadar khayalan. Coba buktikan sendiri kalau pendetanya datang naik bajaj/ ojek, pakai singlet cap Cabe, apakah mungkin boleh masuk untuk berkhotbah di hotel bintang lima? Tak mungkin Bung! Paling banter elo boleh masuk dapur, sebab disangka jongos tukang cuci piring atau disangka mau melamar gawean jadi satpam.

Oya, jangan lupa kalau hari Minggu nanti Anda ke gereja, perhatikanlah pendeta Anda, apakah ia termasuk tipe Koboi Rohani atau bukan.






10. Bonansa si Koboi Makmur


ImageNgaca dulu dong, siapa Mang Ucup, sebelum berkoar-koar di berbagai milis!" Ini adalah beberapa komen yang saya dapatkan, dan dengan ini saya aminkan 100%, karena saya sendiri sebenarnya termasuk outlaw, dalam bahasa koboinya (Bandidos) yang di-wanted bukan sekadar di Texas, bahkan di seluruh jagat raya sampai ke ujung pojok akherat. Walaupun demikian, ini tidak akan menghambat saya untuk terus menulis.

Saya terdorong untuk menulis karena saat ini banyak koboi yang aneh-aneh. Mereka menjejali umatnya dengan doktrin tertentu sehingga ada yang merasa malu, risih, dan bersalah kalau datang ke gereja. Kenapa? Karena mereka adalah domba yang kurus kerempeng, alias jemaat yang kere, tidak mampu mengikuti aliran doktrin gerejanya. Mereka adalah jemaat yang tersisihkan atau golongan yang disebut the others.

Apakah Anda tahu bahwa ada pendeta yang pasang tarif jauh lebih tinggi dari dokter spesialis dan menuntut pembayaran untuk setiap kali mendoakan sebesar satu juta rupiah (tarif satu doa)? Ini bukan joke atau khayalan lho, melainkan kesaksian dari seseorang. Pendeta-pendeta itu sedemikian canggih sehingga bisa dipanggil khusus untuk mendoakan dan mengurapi bukan hanya manusia; mesin dan bahan bakunya pun bisa. Jadi, bila mesin-mesin di pabrik Anda sering rusak atau mogok, jangan panggil montir, tapi pak pendeta untuk mendoakannya. Ini benar-benar terjadi di Surabaya. Oleh sebab itu, Mang Ucup berhasrat mendirikan perusahaan PT 3D (Doakan Duit Datang) dengan motto Lo berduit gue doain!

Menurut penafsiran sebagian orang, doktrin kemakmuran benar-benar didukung oleh Alkitab, tetapi syarat pertamanya adalah "don't forget me" untuk memberikan perpuluhan. Dan konon tarif ini sudah dipatok di dalam Alkitab dengan harga mati, jadi tidak bisa ditawar lagi. Eh, emangnya Oom Han itu bisa disamakan dengan si Akong dari Glodok yang bisa ditawar seenak udel? Berduit kagak berduit ora apa-apa, sing penting "It is a must", sebab ini adalah hukum yang kesebelas.

Dalam masalah perpuluhan ini, jangan sekali-sekali Anda mencoba menipu Oom Han, dosanya berat. Bisa-bisa Anda disamber gledek seketika. Tidak percaya? Bacalah Alkitab mengenai kisah si Ananias yang mau mencoba-coba membohongi Oom Han, sehingga ia kait saat itu juga. Tapi kan tercantum di dalam Alkitab bahwa siapa yang menabur banyak akan menuai banyak pula? Maka dari itu dianjurkan, kalau bisa jangan hanya memberi perpuluhan, sebab semakin banyak yang Anda berikan/ tabur, semakin banyak pula rentenya dan bunganya. Jadi, mirip deposito di Bank mBahmu, begitu ....

Tiap anak SD pun mengerti bahwa apabila 10 donatur kaya memberikan perpuluhan, maka otomatis orang yang kesebelas akan bangkit kecepretan menjadi kaya kagetan. Untuk menghitung ini para Koboi Rohani tidak membutuhkan sipoa maupun kalkulator.

Kenapa orang itu jatuh miskin atau kagak punya gawean? Mudah, karena mereka dijauhi Allah oleh sebab dosa dan ulah mereka sendiri, sedangkan orang yang diberkati dan dikasihi Allah akan mendapatkan berkat yang berlimpah-limpah. Contoh: Abraham, Salomo, Daud, dan sebagainya. Maka dari itu, "Berikan uangmu kepada orang yang diberkati Tuhan, maka kamu akan balik diberkati!" Jadi, bukan diberikan kepada fakir miskin yang sudah dijauhi Allah. Itu saaa . .lah besar, sama seperti mau menyumbang untuk orang-orang komunis, bisa-bisa Anda dicap PKl lagi.

Kenapa kita ke gereja? Jelas, karena ingin mendapatkan lahan, minimal rumah BTN tipe Burung Dara, di Surga Indah. Tapi jangan harap Anda bisa mendapatkan lahan di sana tanpa melalui pak pendeta, karena pendeta itu telah mendapatkan mandat dari sang Pencipta sebagai notarisnya Allah untuk perumahan Surgawi. Seperti yang tercantum di dalam Alkitab, apa yang diikat oleh pak pendeta di bumi akan diikat di surga, dan yang dilepas di bumi akan dilepas di surga. Jadi, pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda ingin mendapatkan lahan di Cipanas, bersebelahan dengan Dracula; ataukah di Surga Indah bersebelahan dengan Daud.

Dan, apakah Anda tahu bahwa ada kebaktian di mana umatnya bukan hanya duduk manis, melainkan berlarian di ruang gereja seperti anak-anak TK? Orang-orang berlari ke sana kemari di gelanggang, sementara grup puji-pujian menyanyikan lagu "Lari Demi Uang." Rupanya, semakin cepat lari mereka, semakin banyak berkat uang yang akan didapatkan.

Seperti yang tercantum di dalam Alkitab, seorang gembala, harus bisa mendengarkan dan membedakan suara domba-dombanya. Dan ini benar-benar dipraktikkan di dalam banyak kehidupan para Koboi ohani. Mereka benar-benar bisa membedakan suara embikan domba gemuk dan domba kurus. Bunyi embikan domba gemuk pada umumnya lebih keras dan lebih lantang daripada domba kurus. Jadi wajarlah kalau domba-domba gemuk selalu didengar dan diperhatikan daripada domba-domba kurus. Lagipula kita akan malu sama tetangga kalau di kandang kita kebanyakan dombanya kurus-kurus. Tidak percaya, tanyalah kepada para Koboi Rohani. Yang selalu mereka banggakan adalah para konglomerat, VIF, artis-artis yang menjadi jemaatnya, tetapi nama si Aliong penjual lumpia kagak pernah disebut tuh.

Apa perbedaan antara koboi dan werewolf, manusia yang kerasukan hantu serigala? Werewolf erubah menjadi serigala pada waktu bulan purnama, sedangkan para Koboi Rohani berubah menjadi werewolf di hari Minggu. Kata Matius (7:15), "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas."






11. Hepi Koboi from Taruntung


ImageHepi koboi atau koboi bodor adalah badut atau clown dari para koboi. Dengan bimbingan bodornya, mereka mampu membuat domba-dombanya mengembik-embik, tertawa terbahak-bahak; bahkan pelawak Srimulat pun kalah. Humor sebagai selingan khotbah adalah suatu hal yang sehat dan wajar. Manusia mana yang tidak senang humor. Daripada tertidur di gereja, lebih baik tertawa sejenak.

Tapi yang kebangetan kalau mereka berubah menjadi seperti orang kerasukan: Tertawa sambil menangis meraung-raung, jatuh terlentang, bahkan terkejang-kejang seperti orang epileptis. Dan aneh bin nyata, mereka tertawa tidak hanya beberapa menit, tapi bisa berjam-jam nonstop. Konon kabarnya ada yang mampu tertawa berhari-hari" tanpa tidur".

Apakah ini terjadi di rumah sakit jiwa? Tidak! Mereka adalah orang-orang waras seperti Anda dan saya. Kenapa ini bisa terjadi? Konon, karena mendapat "lawatan Allah". Jadi suatu hal yang supernatural. Mereka kerasukan, eh soriii ... maksud saya "dijamah" oleh Roh Sukacita. Mereka menamakan tertawa seperti ini sebagai tertawa kudus (Holly Laughter). Pertama kali hal ini terjadi di Taruntung (Toronto, Kanada) tahun 1994, di gereja Vineyard dekat airport. Jadi orang-orang di Toronto inilah yang pertama kali mendapatkan berkat dijamah oleh Roh Sukacita, oleh sebab itu gejala ini disebut "Toronto Belessing". Hal ini menjadi sensasi yang sangat menarik sehingga banyak pendeta khusus datang ke sana untuk belajar dan akhimya menerapkan "ilmu ajian ketawa" ini di gerejanya masing-masing, termasuk di beberapa gereja di Indonesia dan Holland.

Bagaimana kita bisa merasakan Roh Sukacita ini?

Mudah, mohon kepada Koboi Hepi untuk menumpangkan tangan di atas
kepala Anda. Setelah itu Anda akan jatuh terlentang dan merasakan kebahagiaan dan kasih melanda diri Anda melalui Roh Sukacita, sehingga bisa tertawa nonstop, bahkan sampai bisa lupa istri, lupa makan, lupa tidur maupun lupa utang.

Apakah ini bukannya suatu hal yang menyenangkan; kemarin di PHK, hari ini berguling-guling sambil tertawa berhari-hari. Dan ingat, ini jauh lebih cespleng dari pil koplo ataupun ekstasi. Atau, kita lapor sama Bos, maaf Bos hari ini tidak bisa ngantor, sebab lagi sakit ketawa.

Kenapa Anda bisa tertawa? Berdasarkan kesaksian, mereka merasakan seakan-akan sedang main bola dengan Oom Han. Lucu karena bisa main bola dengan Oom Han, bahkan bisa mencetak gol, jadi membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Kesaksian ini bukan khayalan penulis, tapi kesaksian nyata dari seorang yang pemah kerasukan Roh Sukacita itu.

Tertawa gaya ini tidak dibuat-buat. Mereka merasa dibimbing oleh Roh Kudus, sehingga tidak bisa menyetopnya. Oleh sebab itu, rasa malu menjadi tontonan orang banyak pun hilang dengan sendirinya.

Kalau boleh jujur, kita sudah jenuh dan bosan dengan ritual gereja yang begitu-begitu saja. Kita mengharapkan dapat "tanda", kita mengharapkan mukjizat terjadi di dalam diri kita. Kita mengharapkan sesuatu yang cespleng dan tokcer tetapi dengan cara instan. Mungkin ini efek samping dari dijejelin banjir instan, misalnya sekali didoakan langsung ingin sembuh, sekali memohon langsung ingin dikabulkan. Bahkan dengan masuknya Roh Sukacita, kita bisa merasa sakti ala Superman, karena telah mendapat urapan langsung dari Allah! Sekali-sekali kita juga ingin jadi Superman, walaupun Superman dengan huruf S - maklum ukuran XLnya udah abis. Cita-cita jadi RT seumur hidup saja kagak kesampaian, maka inilah kesempatan untuk menjadi umat pilihan. Apakah ini tidak ruuu ... ar biasa?!

Perilaku para pelaku tawa itu benar-benar seperti orang sinting. Maka dari itu, sebenarnya hal ini mempermalukan Oom Han, bukannya memuliakan namaNya lho. Apakah Roh Kudus menginginkan umatnya seperti orang sarap yang lagi fly? Dengan umat tertawa tak henti-hentinya, firman Tuhan tidak dapat dikabarkan lagi, karena situasi dalam gereja akan menjadi kacau dan pak Pendeta merasa menjadi seperti si Ateng, alias buah tertawaan dari umatnya sendiri. Apakah ini yang diharapkan Roh Kudus?

Mang Ucup mungkin iri karena belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya kerasukan Roh Sukacita itu. Memang saya akui hal ini, tetapi saya tidak ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi orang gendeng. Tanpa kemasukan Roh Sukacita pun saya sudah cukup edan. Sama halnya kalau ditanya, sudah pernah mengicipi Baygon? Kalau kita sudah tahu itu racun, kenapa harus mencobanya?

Maka dari itu saya akhiri tulisan ini dengan mengutip 1 Yohanes 4:1: "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia".






12. Johny Cash dan Bob Hope


Image"I'm poor lonesome cowboy" itulah lagu penutupan yang sering dinyanyikan oleh Lucky Luke, sedangkan koboi Johny Cash senangnya menyanyikan lagu "Money-Money". Kita harus bisa membedakan antara koboi Johny Cash dan Bob Hope. Bob Hope adalah koboi yang benar-benar mengharapkan kesejahteraan domba-dombanya. Bob Hope bukanlah gembala yang mata duitan.

Ia tidak harus selalu tinggal dan makan di hotel bintang lima. Ia sudah merasa puas dengan pepesan ikan masakan istri di rumah seperti hopeng saya pak Bob. Perlu saya tekankan di sini, tidak semua pendeta/ romo memiliki mental koboi. Bahkan saya yakin dan percaya bahwa baaa ... anyak pendeta/romo yang benar-benar mengabdikan dirinya tulen untuk Tuhan maupun untuk jemaatnya. Mereka tidak mementingkan diri sendiri, bahkan mereka rela mengorbankan waktu maupun harta yang mereka miliki. Walaupun demikian, seperti juga pepatah "karena nila setetes rusak susu sebelanga".

Memang untuk menerima jabatan dan panggilan menjadi pendeta/romo tidaklah mudah, karena banyak sekali godaannya, mulai dari waniTA, harTA, sampai tahTA (3TA). Godaan ini mungkin jauh lebih banyak daripada jemaatnya, karena itu mereka harus selalu mampu menjawabnya sendiri: To be cowboy or not to be cowboy.

Pendeta/romo yang mata duitan (Johny Cash) bagi saya pribadi tidak terlalu menjadi masalah. Itu urusan dan tanggung jawab mereka sendiri terhadap sang Pencipta. Saya tidak berhak menghakimi mereka, tetapi yang saya tidak setuju adalah kelakuan para bandidos, atau koboi rohani jahat yang memberikan ajaran sesat dan membawa domba-dombanya ke jurusan Cipanas (neraka).

Sebagai contoh, seorang jemaat gereja yang mengenakan rantai anjing merangkak kian kemari di lantai sambil menggonggong seperti anjing, sementara tim pujian menyanyikan lagu "Ku Kan Turut Ke Mana Dia Memimpinku." Dan sang koboi rohani berkhotbah bahwa hal ini menunjukkan kepatuhan yang dipimpin oleh Roh Kudus! Atau, mengajarkan wah¬yu-wahyu sesat di mana sang koboi seakan-akan mendapat bocoran khusus dari sang Pencipta, sehingga ia mengetahui dengan "TEPAT" tanggal dan hari kiamat, seperti yang terjadi di Bandung yang mengakibatkan gerejanya ditutup oleh Departemen Agama.

Para bandidos rohani bukannya mengajak kita mencari keselamatan, malah sebaliknya mereka mengajak bunuh diri seperti yang terjadi tahun 1997 -bunuh diri masal 39 orang penganut sekte Heaven's Gate (Kompas, 25 Maret 1997). Para bandidos rohani selalu membawa dan menjual nama Tuhan Yesus untuk aksi mereka. Seperti David Koresh dari sekte Branch Daoidians (Ranting Daud) atau Shoko Asahara pemimpin sekte Aum Shinrikyo di Jepang yang mengklaim dirinya adalah reinkarnasi Tuhan, sehingga merasa dirinya mempunyai wewenang untuk membunuh banyak orang dengan gas sarin yang mematikan. Para bandidos rohani ini pada umumnya mempunyai kewibawaan dan berkharisma. Di samping itu, mereka mentuhankan dirinya sendiri sehingga bisa memegang kekuasaan puncak yang mutlak.

Sebenamya ini sudah tercantum di dalam 2 Korintus 11:13,14. "Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang."

Tetapi saya percaya akan tiba saatnya Allah akan menyucikan gereja-Nya dan memulihkan umat-Nya dengan mengaruniakan gembala-gembala yang saleh. Bagi kita mungkin ini mustahil, tetapi Allah mampu melakukan perkerjaan yang mengherankan ini seperti yang tercantum di Yeremia 33:6, "Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpahlimpah." Panggilan gembala itu sebenamya sangat mulia, sehingga Allah dalam PL berulang-ulang melukiskan diri-Nya sebagai Gembala Israel (Kejadian 49:24; Mazmur 23:1; 80:2) dan lemah lembut dalam pengasuhan-Nya (Yehezkiel 40:11). Seperti seorang gembala, Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Bukan hanya Musa yang beken menjadi gembala pelaksana dari maksud-maksud Allah (Yehezkiel 63: 11), tetapi orang kafir juga ada, yaitu Koresy (Yehezkiel 44:28).

Dalam PB tugas Mesias adalah menjadi Gembala, bahkan Gembala Agung. "Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita (Ibrani 13:20).

Hal ini diuraikan secara rinci dalam Yohanes 10 dan rinciannya adalah sepadan dengan Yehezkiel 34.

Dengan ini saya akhiri oret-oretan mengenai para koboi rohani, dan apabila ada pendeta/romo yang merasa tersinggung oleh oret-oretan saya, dengan ini saya mohon maaf. Dengan harapan moga-moga saya masih bisa diterima untuk berjemaat di Gereja Anda.






13. Mang Ucup Pengin Jadi Nabi



ImageBermacam-macam gelar duniawi telah saya dapatkan, mulai dari jongos komputer sampai buronan. Dan sebelum mendapatkan titel terakhir S4 (bahasa China = sie, alias mati), masih ingin menyandang gelar lainnya dalam bidang kerohanian.

Saya tidak berambisi menyandang gelar Rev. atau Pendeta, melainkan ingin menjadi nabi (bukan napi lho, sebab gelar napi sudah saya miliki). Nabi itu levelnya lebih tinggi dikit daripada pendeta/ romo, di samping boleh kawin!

Wah, abah Awat (babe) di kampung nanti bisa bangga kalau anaknya bisa meraih titel nabi. Jadi, bukan hanya dipanggil Mang Ucup, melainkan Nabi Ucup. Apa kagak gagah tuh kalau bisa mejeng dengan gelar nabi. Menjadi nabi icip-icip dulu juga ora apa-apa; jadi bukan Nabi Ucup, melainkan Nabi Icipl Bahkankalau Mang Ucup jadi nabi, istri Mang Ucup bisa jadi nabiah atau nabi wanita. Lihat saja istrinya Yesaya: Kemudian aku menghampiri istriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (Yesaya 8:3).

Begitu dapat gelar nabi, langsung Mang Ucup ganti pakai baju seragam nabi. Jubah putih panjang ala rasul-rasul zaman dulu, dilengkapi kaca mata hitam ala lakon di film Matrix. Mungkin ada baiknya kalau kumis dan jenggotnya agak dipajangin sedikit. Jadi kalau Anda bertemu dengan orang pakai jubah putih panjang dan berkaca mata hitam, pasti itu adalah Nabi Ucup! Noni-noni cantik yang ingin jadi pengikut Nabi Ucup, silakan daftar mulaisekarang.

Apakah saya berdosa kalau mempunyai ambisi menjadi nabi? Saya yakin tidak, karena di USA dan di beberapa negara lain juga sudah banyak orang yang diangkat atau mengangkat diri menjadi nabi.

Menurut umat lain memang tidak mungkin ada nabi lain lagi, tetapi tidak demikian dengan umat Nasrani, karena tidak ada ayat yang menyatakan siapa Nabi terakhir. Jadi, sampai kapan pun orang bisa meraih gelar Nabi.

Lihat saja, sudah berapa banyak pendeta yang menaikkan pangkatnya menjadi nabi. Hanya mungkin karena masih malu-malu kucing, mereka tidak berani menyandang gelar Nabi secara langsung, tetapi sebagai ABDI TUHAN-walaupun yang dimaksud sebenarnya adalah nabi! Gelar ini untuk pertama kali dipakai bagi Musa. "Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu..." (Ulangan 33:1). Untuk lebih jelasnya lagi, 2 Raja-raja 4:9: "Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: 'Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus."

Jadi berhati-hatilah kalau Anda berhadapan dengan orang yang menyatakan dirinya Abdi Tuhan atau Abdi Allah, karena sebenarnya pada saat tersebut Anda sedang berhadapan dengan seorang nabi! Sebaiknya Anda langsung nyembah di hadapannya, siapa tahu ia bisa memberikan nomor togel yang jitu!

Wah, mana bisa Mang Ucup jadi nabi, karena mempunyai keinginan poligami. Di samping itu, Mang Ucup juga punya gelar buronan. Tapi apakah Anda tahu bahwa nabi pertama adalah Abraham yang punya istri lebih dari satu; sedangkan Musa yang menjadi buronan selama 40 tahun, adalah tolok ukur bagi para nabi selanjutnya?

Jadi, kalau dilihat dengan saksama sebenarnya tidak ada halangan ataupun hambatan bagi Mang Ucup untuk bisa diangkat menjadi nabi!

Tetapi kalau kita baca oret-oretan Mang Ucup, kelihatannya Mang Ucup itu agak sinting alias sakit jiwa. Tapi apakah Anda tahu bahwa banyak nabi yang juga dinilai tidak waras alias edan, umpamanya utusan Elisa disebut oleh kepala pasukan Yehu orang gila (2 Raja 9:11). Yesaya berjalan-jalan tanpa busana(Yesaya 20), Yeremia memecahkan buli-buli di tempat pemecahan tembikar (Yer 19). Ahia merobek jubah barunya menjadi 12 potong (1 Raja 11:30), Yehezkiel tidak berkabung atas kematian istrinya.

Tetapi Mang Ucup tidak bisa berbahasa lidah! Kegiatan kenabian bukanlah berbicara dengan bahasa roh, bahkan suatu penyalahgunaan nubuat jika nabi-nabi berpura-pura kerasukan dan hiruk-pikuk sehingga mereka seolah-olah tidak dapat menguasi diri. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (1 Korintus 14:29-33).

Tetapi bukankah Nabi Maleakhi (PL) adalah nabi terakhir? Ini penafsiran yang salah, sebab Yesus sendiri menyatakan dengan tegas, "Semua nabi dari kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes" (Matius 11:13). Bahkan dipertegas lagi dalam 1 Korintus 12:28, "Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar."

Jadi, profesi atau gelar nabi itu masih tetap dan boleh diberikan. Bahkan di Kisah Para Rasul 21:10 dinyatakan ada seorang nabi bernama Agabus. Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah, persyaratan apa yang harus dipenuhi agar saya dapat meraih gelar nabi? Apakah perlu pendidikan khusus untuk mendapatkan diploma nabi? Apakah cukup bila sudah bisa melakukan beberapa mukjizat?

Masalahnya/ Mang Ucup juga ingin membuka kursus lembaga pendidikan sekolah nabi! Ini bukan dagelan/ sebab Samuel dulu juga mempunyai sekolah lembaga pendidikan nabi. Tidak percaya/ bacalah 1 Samuel 19:20. Pertanyaan lainnya/ bagaimana kita sebagai orang awam bisa membedakan Nabi Bodor dan Nabi Tulen?






14. Nabi Kloningan vs Nabi Tulen


ImageWah kalau Mang Ucup jalan-jalan pakai jubah putih dengan kaca mata hitam dan tongkat. bisa-bisa bukannya disebut nabi/ melainkan dipanggil "Si Buta dari Gua Hantu!"

Bagaimana kita bisa membedakan nabi jamu cap Jago dan nabi asli tulen? Karena seperti telah diwahyukan Tuhan Yesus sendiri bahwa saat akhir zaman nanti akan banyak Nabi Bodor alias Nabi Kloningan. Oleh sebab itu/ kita harus waspada!

Kata nabi sebenarnya berasal dari kata Ibrani/ Navi; dan dalam bahasa Ibrani ada dua kata lain untuk nabi/ yaitu RO'EH atau KHOZEH. Kedua kata terakhir diambil dari kata kerja "melihat", diterjemahkan menjadi "pelihat", karena tiap Nabi pertama-tama tampil sebagai peramal. Tetapi ini tidak berarti setiap ahli nujum/ tukang kwamiah, atau dukun yang bisa meramal langsung mendapat gelar nabi. Kalau tidak/ bisa terjadi inflasi nabi.

Kita bisa membedakan Nabi Kloningan dan Nabi Asli berdasarkan beberapa kriteria. Nabi palsu adalah nabi yang hidupnya fasik-mata duitan dan ingin menjalankan kehidupan ala James Bond yang serba wah, dan umumnya penjilat, lebih mementingkan pelayanan kepada orang berduit dan merestui kejahatan seperti KKN dan sebagainya. "Di kalangan para nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umatKu Israel. Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorang pun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora" (Yeremia 23:13,14).

Nabi palsu adalah orang yang membawa kesaksian-kesaksian pinzaman yang bersifat sensasi dan wibawa yang dibuat-buat. "Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya, Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN" (Yeremia 23:31,32).

Dan kebanyakan nabi palsu membawa ajaran baru, dengan bantuan mukjizat-mukjizat mereka mengajak kita untuk menyembah allah yang tidak kita kenal. "Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mukjizat, dan apabila tanda atau mukjizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu" (Ulangan 13:1-3).

Gelar nabi hanya bisa didapatkan langsung dari Allah, jadi bukan dari manusia. Prakarsa menjadikan seseorang nabi berada di tangan Allah. "Lalu TUHAN mengulur-kan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: 'Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu" (Yeremia 1:9).

Nabi yang tidak diutus Allah adalah nabi palsu, walaupun ia menyebarluaskan firman-Nya. "Jawab TUHAN kepadaku: 'Para Nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong, dan tipu rekaan hatinya sendiri. Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para Nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka ... '" (Yeremia 14:14,15).

Jadi, tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang mempunyai wewenang untuk mengangkat orang lain maupun dirinya untuk menjadi nabi terkecuali Allah! Nabi yang mengangkat atau memproklamasikan dirinya sebagai nabi adalah nabi gombal alias nabi kloningan atau nabi gadungan.

Tahukah Anda bahwa Allah menyebut nabi-nabi-Nya sebagai hamba-Ku pertama kali terhadap Musa? "Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: 'Hamba-Ku Musa telah mati ... '" (Yosua 1:1,2).

Pertanyaannya, apakah para pendeta yang menyatakan dirinya sebagai "Hamba Tuhan" ini berarti nabi juga? Atau, Nabi Dodol?

Dengan ini Mang Ucup membatalkan niat atau hasrat untuk menjadi nabi, sebab takut akan murka Allah! Tetapi untuk memakai gelar na-BIA-DAB sih boleh!






15. PT Surgawi


ImageBerapakah harga one way ticket ke surga? Tepatnya 99,95 US$. Pembayaran bisa melalui kartu kredit, maklum bagi umat Kristen tidak ada return tiket, sebab enggak percaya adanya reinkarnasi! Ini bukan gombal ataupun khayalan. Anda bisa pesan di Heaven Travel Office, tawarannya pun jelas tidak terselubung, "Selamat datang orang berdosa, kosongilah dompetmu – Welcome Sinner, come make andar wallet slimmer."

Memang kalau dilihat, PT Surgawi ini adalah ajang bisnis yang sangat menarik. Setiap orang bisa cepat kaya.

Apakah Anda tahu persamaan antara bank dan gereja? Keduanya dibangun dengan sama mewahnya; yang satu dengan dalih untuk duit sedangkan yang lain untuk Tuhan. Apabila gereja Anda kurang megah, mudah, "bakar" saja. Nanti toh akan diganti oleh asuransi atau dibantu oleh pemerintah untuk membangun gereja yang lebih megah dan mewah. Hal inilah yang dilakukan oleh Pdt. Thompson di Texas-ia membakar gerejanya sendiri untuk mendapatkan uang asuransi sebesar US $ 270.000,- (CNN 8.11.1999).

Cara lain untuk mencari dana tambahan adalah gedung gerejanya dijadikan sarana iklan, seperti yang terjadi di Berlin, di mana gedung gereja diubah menjadi papan reklame besar (50 sqm) dan dipasang foto Claudia Fischer setengah bugil untuk iklan L'oreal. Untuk ini pendetanya mendapatkan uang sebanyak US $ 120.000.

Jemaat gereja di Hamburg tidak perlu membawa uang kolekte lagi, karena setiap anggota jemaat diberi kartu kredit khusus agar mereka tidak kesulitan saat mau memberikan persembahan. Jadi, di gereja itu mereka tidak mengumpulkan uang, melainkan kartu kredit.

Orang Jerman sampai detik ini tulisan ini dibuat, diwajibkan membayar pajak gereja. Uang yang terkumpul hanya dari umat Kristen aliran Protestan di tahun 1998 saja sudah hampir 4 miliar dollar US. Oleh karena itu, tidak heran kalau di dunia ini Tuhan juga punya bank yang diberi nama Church of God Credit Union http://www.cogcu.org/ di mana Anda bisa menabung atau mendapatkan kredit untuk sebidang kavling di surga.

Karena itu saya anjurkan kalau saat ini Anda tidak punya gawe dan ingin cepat sugih, jadilah pendeta. Yang penting bisa koar-koar seperti penjual obat di pasar. Untuk jadi pendeta tidak dibutuhkan ijazah. Setiap orang bisa memproklamasikan dan mengangkat dirinya menjadi pendeta. Kalau ingin agak resmi, ikut saja kursus tertulis selama 1 tahun, Anda langsung bisa mendapatkan ijazah plus titel sebagai pendeta. Satu-satunya gelar yang bisa didapatkan tanpa harus kuliah adalah gelar Pendeta. Namun, jangan lupa untuk tetap mencantumkan embel-embel gelar duniawinya, sebab ini penting agar jemaat tahu bahwa pendetanya arang pinter- Ir, Drs, atau Dr.

Pendeta itu profesi yang sangat menyenangkan. Kita akan menjadi orang terpandang. Hampir di setiap upacara kita selalu menjadi tamu VIP dan mendapatkan kesempatan untuk berbicara. Dari segi makanan maupun tempat duduk, selalu diutamakan. Dapat berkumpul dengan para peng-gede, konglomerat, maupun selebritis. Bahkan kita akan kewalahan menangani permohonan date yang diminta oleh para ibu muda maupun nani-nani cantik untuk konseling empat mata. Dan kitalah orang pertama yang akan mendengar gosip yang terjadi di lingkungan umat.

Kalau Anda belum punya gedung gereja, tidak jadi masalah. Bisa dimulai di rumah ibu mertua atau niteclub-karena siangnya tidak dipakai. Kalau sudah "in", uang sebanyak 50 juta rupiah untuk sewa di hotel berbintang hanya merupakan peanuts atau masalah remeh-temeh bagi Anda.

Bagaimana mendapatkan jemaat? Yang paling mudah, bergabung dengan gereja yang lagi hungry, di mana mereka ingin menyebarkan sayapnya di mana saja dan kapan saja dan dengan cara apa saja.

Cara lain, dibutuhkan sedikit gawe dan modal, yaitu menyewa stadion dan mengadakan "Kebangkitan Dollar" eh... maaf, maksud saya "Kebangkitan Rohani". Dengan mudah Anda bisa mengundang pendeta-pendeta kondang yang sudah beken. Pendeta beken mana yang akan menolak kalau mendapat kesempatan berbicara di stadion, di depan ribuan orang. Ingat, orang tidak akan datang ke gereja kalau Anda hanya mempromosikan nama Tuhan Yesus-orang akan berjubel kalau pendeta X atau pendeta Y yang berkhotbah. Karena pada masa kini, nama pendeta jauh lebih penting daripada nama Tuhan Yesus.

Agar meriah, cari grup musik, singer, MC, maupun koor rohani yang greng. Asal jelas pembagian dananya, tidaklah sukar untuk mengundang mereka. Begitu juga dengan para artis, terutama para artis oldies, mereka senang sekali diberikan kesempatan untuk tampil lagi-istilahnya memberikan kesaksian, entah untuk dirinya, entah untuk Tuhan, dan entahlah!

Kebangkitan Rohani tanpa mukjizat sama seperti makanan tanpa garam. Orang akan datang berbondong-bondong bila ditawarkan hadirnya seorang "penyembuh" (healers), orang yang diurapi-bukan pake minyak kayu putih atau remason la, melainkan diurapi oleh karunia yang bisa menyembuhkan orang sakit. Jadi kalau nanti di-shooting, kereeen deh... terlihat orang dari kursi roda langsung bisa bangkit dan berjoget ala Inul, bahkan lebih keren lagi kalau bisa lari cepat keliling stadion minimal satu ronde sambil membawa bendera dengan merek atau logo gereja Anda. Anggap saja ini sebagai iklan terselubung.

Resep ini akan komplet apabila saat itu Anda bisa menumpangkan tangan di atas kepala seorang pejabat-tetapi bukan kategori Pak RT atau Kades, melainkan Sekjen ke atas. Foto adegan ini nanti bisa dipajang di gereja sebagai daya tarik. Anda boleh punya seratus titel maupun uang berjubel, tidak akan ada manusia yang mau ditumpangi tangan di atas kepalanya kalau bukan oleh pendeta atau tukang cukur. Tetapi sebagai pendeta, jangankan kepala si boppy anjing tetangga, kepala presiden aza bisa kita tumpangi tangan. Coba, apa enggak keren tuh!






16. Salesman Surgawi

ImagePara penyembuh (healers) itu seperti tukang obat keliling-mereka lebih mengutamakan mukjizat daripada khotbahnya. Tabib-tabib yang berkedok Hamba Tuhan ini sebenarnya telah mencuri kemuliaan Allah, karena hanya Yesus sendirilah Tabib Teragung. Sedangkan menurut Yakobus 5: 14, "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan."

Di sini tercantum dengan jelas kalau Tuhan berkenan, doa dari penatua jemaat pun sudah cukup. N amun bagaimanapun juga, akibat iklan dan promosi yang gencar, orang-orang sakit dalam keadaan putus asa yang menginginkan kesembuhan datang berbondong-bondong. Pada saat sukacita, mereka seperti terhipnotis dan menyangka bahwa mereka telah sembuh, sehingga beberapa dari mereka rela menyerahkan tabungan seumur hidup mereka ke kantong persembahan. Tetapi setelah tiba di rumah, mereka menemukan bahwa akar dari penyakit mereka masih bertahan. Hal ini bukan omogan saya lo, melainkan seseorang yang telah mengadakan penelitian khusus dalam bukunya, "Healing: A Doctor in Search of a Miracle" karya Dr William Nolen.

Apabila seorang ibu memohon dengan sangat kepada Tuhan agar anaknya yang sakit disembuhkan, si Ibu itu tidak mengklaim bahwa ia mempunyai urapan "istimewa" yang memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi sebaliknya, para penyembuh (healers) dengan arogan menyatakan bahwa dirinya telah diberi kuasa supernatural untuk menyembuhkan. Menurut Anda yang mana lebih alkitabiah? Si Ibu yang meminta atau mereka yang menyatakan dirinya sudah menjadi duplikat Allah?

Apa beda Hamba Tuhan dan artis? Tidak ada. Keduanya membutuhkan
publikasi. Semakin beken nama seorang artis eh... Hamba Tuhan semakin luas publikasinya. Coba baca iklan untuk seorang artis dan Hamba Tuhan, ada bedanya tidak? "Pendeta XYZ yang sudah beken di TVRI atau RCTI, akan khotbah minggu ini di gereja kita." Apakah perlu iklan seperti begini? Apakah nama pendeta yang akan dimuliakan ataukah nama Tuhan?

Seorang pendeta akan lebih bergairah berkhotbah di stadion atau gereja yang jemaatnya ribuan daripada di persekutuan doa yang hanya beberapa gelintir orang. Apakah ini tidak sama seperti artis? Begitu juga dengan rekaman khotbah, kalau Anda hanya pendeta Mr. Nobody, jangan harap ada orang yang mau merekam khotbah Anda, karena orang membeli kaset khotbah bukan karena ayatnya yang penting, melainkan nama pendetanya sebagai selling point-sama seperti artis kan? Bahkan pada akhir khotbah, banyak anggota jemaat yang ingin foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Apakah Anda tahu bahwa banyak fans club untuk pendeta maupun nabi-nabi tertentu? Jadi, bukan sekadar Elvis, John Lennon, atau Beatles aza yang punya fans club.

Ketika para rasul diutus untuk menyebarkan firman, mereka hanya membawa tongkat. Tetapi Hamba Tuhan masa kini membutuhkan telepon genggam (HP), PDA, atau notebook. Mereka pun ingin mengikuti cara berpakaian seperti Yohanes Pembaptis, pakai baju BOS (Bulu Onta Saja). Karena bulu onta tidak ada, merek Boss pun jadilah! Dan, kalau orang tidak mau menerima mereka, maka debu dari sepatu Ballynya akan dikebaskan.

Tuhan Yesus sendiri, jangankan menunggang kuda, menunggang keledai pun saat sebelum Dia mau disalib. Boro-boro satu kuda, 100 ekor kuda (PK) aza untuk Hamba-Nya enggak cukup-mana ada Hamba Tuhan zaman sekarang yang mau naik dokar atau andong. Karena itu, kalau kita mendoakan hamba Tuhan, jangan sekali-sekali didoakan sehat waal-Fiat, melainkan sehat waal-BMW atau sehat waal-Mercedes, minimum sehat waal-Honda.

Bahkan saya pemah membaca ada pendeta yang memiliki seekor anjing impor yang bernilai US$ 15.000,- yang dibeli dari hasil kantong persembahan.

Bukan rahasia lagi banyak pendeta yang punya objek sambilan, misalnya menjadi tour leader ke Israel atau Eropa, bahkan dengan iming-iming dapat bonus khusus peserta bisa dibaptis ulang di sungai Yordan - mirip Yesus gicu! Tetapi saya belum pemah mendengar ada pendeta yang mau menjadi tour leader untuk pergi ke Poso, Ambon, atau Aceh! Di mana mereka berada kalau mereka dibutuhkan?

Ketika terjadi kerusuhan Mei 1998, banyak Gembala yang mendadak mendapat wangsit untuk segera berangkat ke USA, Holland, atau ke Australia, minimal ke Singapur. Karena ini adalah wahyu yang datangnya entah dari atas atau bawah, maka harus ditaati. Urusan domba-dombanya yang ditinggalkan, itu urusan nomor 17. Bahkan kenyataan tragis yang harus diterima adalah, banyak domba-dombanya, terutama domba mata sipit, yang dipanggang jadi sate. Lagipula pembagian tugas kan sudah jelas, problem jemaat itu urusan Tuhan, sedangkan urusan kolekte adalah urusan "saya".

Dan inilah pesan dari atas untuk mereka: "Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba! Biarlah pedang menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Biarlah lengannya kering sekering-keringnya, dan mata kanannya menjadi pudar sepudar-pudarnya!" (Zakharia 11:17). O ... sram!







17. Penuai Dollar Surgawi


ImageYudas menjual Tuhan Yesus dengan 30 uang perak, sedangkan banyak pendeta masa kini menjual Yesus dengan nilai ribuan kali lipat dari itu. Yudas masih mempunyai rasa menyesal sehingga ia gantung diri, tetapi pernahkah Anda membaca ada pendeta yang menyesal lalu minum baygon seember atau gantung diri di bawah pohon cabe? Apakah tanah maupun rumah yang mereka miliki sekarang ini bukan merupakan tanah darah seperti Yudas dari hasil menjual Tuhan Yesus? Kalau merasa menyesal, boleh kok dihibahkan ke Mang Ucup!

Apa beda debt collector (tukang tagih) dan pendeta? Tidak ada! Mereka datang dan menagih secara rutin tiap bulan, bahkan kalau perlu dengan ancaman. Sebab Anda punya utang sama Bapa di surga yang harus diangsur setiap bulan, minimal 10% dari penghasilan Anda dan ini berlaku seumur hidup. Kalau tidak membayar perpuluhan, maka harta bahkan kesehatan Anda akan dikuras habis oleh Allah!

Kalau kita bayar pajak penghasilan dan nipeng dikit-dikit dengan memberikan data yang tidak benar masih bisa dihalalkan, tetapi pada gereja jangan main-main lho, sebab hukumannya bukan hanya penjara, melainkan bisa modyar alias mampus mendadak, tidak percaya? Bacalah Kisah Para Rasul 5:1-11.

Apakah berkat yang kita dapatkan dari Allah itu berupa kredit yang harus kita bayar kembali melalui debt collector-Nya? Kata Ibrani untuk perpuluhan (MA'SER) secara harfiah artinya 1/10 bagian. Seperti yang ditegaskan di Ibrani 7:5 bahwa perpuluhan itu adalah hukum Taurat (Imamat 27: 30-32) dan sudah tidak berlaku lagi, bahkan Tuhan Yesus sendiri mengecam dan mengu-tuk orang yang lebih mementingkan perpuluhan daripada kasih Allah! (Matius 23:23; Lukas 11:42, lihat pembahasan di diskusi-persepuluhan-vt2792-20.html#p15698 ).

Sedikit bisa khotbah aza sudah mau buka gereja baru! Sedikit bisa bahasa Roh, sudah mau tumpang tangan di kepala orang! Anggap aza masang nalo, kalau sembuh ya dapat angpau, kalau kagak ya itu maunya, yang di atas, begicu! Gereja cuma ngomong doang! Uang misi-lah, persepuluhan-lah, tapi kalau sudah disuruh ke Aceh atau Ambon untuk misi pelayanan, diem aja. Pura-pura budeg! Padahal tiap hari minggu, rajin ngomongin dana misi, dana pembangunan. Kalau orang kaya selalu dinomorsatukan! Orang kere dan susah kagak diladeni!

Saya mendukung sepenuhnya bahwa kita harus membantu memberikan sumbangan secara sukarela untuk kegiatan gereja maupun untuk biaya hidup para pendeta beserta keluarganya, tetapi janganlah berupa paksaan bahkan dengan ditagih. Di samping itu, apakah jemaat tidak berhak mendapatkan laporan keuangan-untuk apa saja dana itu digunakan? Banyak pendeta yang tidak bisa membedakan antara kantong persembahan dengan kantongnya sendiri. Mereka mempunyai yayasan, tetapi pada umumnya diketuai oleh pak pendetanya sendiri atau oleh istrinya. Jadi, milik yayasan notabene adalah milik pribadi. Tanya saja gedung gereja plus tanah gereja itu milik siapa? Mana ada jemaat yang mempunyai nyali untuk menegur pendetanya atau memohon pertanggungjawaban mengenai ke mana larinya uang tersebut. Mana ada jemaat yang mau menanyakan aset gereja itu milik siapa. Jangankan masalah uang, masalah pelecehan seksual pun tidak ada jemaat yang berani menegur pendetanya.

Bukan rahasia lagi bahwa banyak pendeta memiliki rumah di daerah permukiman elit, bahkan beberapa dari mereka punya rumah di manca negara. Bahkan bisa membiayai studi anak-anaknya di luar negeri plus mobil sport. Sedangkan si Acun, tukang bakpauw, harus kembang-kempis memberikan perpuluhan dari gajinya yang sudah sangat minim. Boro-boro untuk beli motor, untuk makan besok saja tidak tahu dari mana.

Kalau pejabat menerima hadiah yang berlebihan langsung di tuduh KKN, tetapi untuk pendeta, ini merupakan berkat, bahkan akan diumumkan di atas mimbar sebagai kesaksikan betapa baik-Nya Tuhan. Karena itu, bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan yang diangkat menjadi pengurus gereja adalah orang-orang berduit dan berpangkat.

Memang para salesman PT Surgawi Real Estate ini adalah suatu profesi yang mempunyai masa depan yang cerah dan tanpa risiko. Dijamin bisa cepat kaya, karena yang mereka jual hanyalah angin surga!

Mungkin banyak rekan maupun para pembaca berpendapat bahwa saya tidak berhak menghakimi; lagipula sebelum Mang Ucup menghakimi orang lain lebih baik nga ca dulu siapa dirinya. Untuk ini, saya aminkan 100%! Tetapi saya mempunyai keyakinan penuh bahwa tulisan ini tidak akan menyinggung perasaan orang lain, terkecuali mereka yang secara langsung atau tidak langsung merasa tersindir oleh oret-oretan ini. Tulisan ini saya akhiri dengan mengutip ayat dari Titus 1:10,11, "Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan."

Sedangkan bagi pendeta yang menuntut persepuluhan, sebaiknya Anda di sunat dulu, sebab kalau belum disunat Anda tidak berhak menuntut persepuluhan. Sebab, hukum perpuluhan sama seperti hukum sunat, jangan mau yang enaknya aza, tetapi yang kagak enaknya ogah!

Bagi mereka yang tersinggug, silakan baca Matius 23:1-12. Sedangkan bagi mereka yang belum punya gawe, marilah kita rame-rame mendaftar untuk menjadi hamba mamon dan penuai dollar! Hihihi ....






18. Pendeta Zero Zero Pitu


ImageBetapa sulit para pendeta/romo ditemui oleh umat pada umumnya. Mengapa ini terjadi? Berbagai alasan sering muncul: Sibuk dalam tugas (kalau benar, terima kasih) - tetapi juga ada tugas-tugas burem yang tampaknya sengaja dibuat untuk alasan-alasan tertentu supaya ia tampak sebagai seorang yang maha-sibuk dan maha terkenal, sehingga amat sulit ditemui. Tetapi marilah kita lihat!

Untuk kalangan tertentu yang dapat selalu ber-hai-hai dengan pendeta atau romonya, sangat mudah sekali mengadakan date sehingga mereka dapat berbincang-bincang santai sambil makan di restoran-restoran elit atau bahkan di hotel bintang lima sekadar untuk refreshing. Sedangkan, mungkin di gerejanya ada umat yang (maaf, kurang dapat perhatian dan tidak biasa memberi perhatian lebih bagi pendeta/romonya) juga membutuhkan pelayanan seorang pendeta/ romo.

Memang kadang kala para pendeta/ romo membutuhkan refreshing, tetapi tidak harus dengan noni-noni dan ibu-ibu muda, kan? Bukankah pendeta/ romo dapat pergi dengan pasutri-pasutri lainnya di mana para mereka dapat menemukan oase yang aman agar dapat merasakan kehangatan sebuah keluarga, dan tentunya ini dapat menjadi berkat bagi keluarga itu. Seperti pepatah sebaiknya kita menghindari api apabila tidak mau terbakar dan akhirnya hangus.

Banyak pendeta Irama yang berlagak seperti eksekutif muda, padahal saat ini negara dan bangsa kita masih dalam keadaan sulit danumat sering kali mendapat imbauan agar hidup sederhana seperti nasihat Injil. Tetapi bagaimana dengan gaya hidup para pendeta/romo? Tidak sedikit pendeta/romo yang maunya selalu tampil dengan barang-barang bermerek seperti gaya hidup seorang pengusaha/ dan bahkan memiliki gaya borjuis. Di kantong baju ada handphone seri terbaru sekaligus PDA.

Maafkan kami para pendeta/ romo! Dimana kesederhanaan itu? Sudah matikah janji para pendeta/ romo di altar dalam penahbisan di hadapan Allah, sinode/ uskup, dan umat? Memang harus diakui banyak umat yang cenderung memanjakan pendeta/ romo sehingga pendeta/romo dapat berkelit: Itu kan sekadar pemberian, masa pemberian ditolak?

Itu bukan hal yang membangun, sebab dengan demikian pendeta/ romo bisa terikat rasa kebudian dan tidak bisa bersikap netral lagi terhadap umat lain. Di samping itu, KKN selalu dimulai dengan pemberian-pemberian kecil yang semakin lama menjadi semakin meningkat nilai dan besarnya.

Tak bisa dipungkiri juga bila umat berdasi atau umat papan atas meninggal dunia, wah... banyak sekali kaum pendeta/ romo yang datang melayat bahkan menawarkan diri untuk memimpin upacara. Tetapi coba kita lihat kalau umat yang meninggal adalah orang sederhana yang sungguh-sungguh sulit keadaannya, maka sang pendeta/ romo mencari segala macam dalih agar bisa menghindari tugas tersebut paling-paling yang datang asistennya. Memang ironis, tetapi ini adalah kenyataan.

Hal ini terlihat sangat nyata di kota besar. Mungkin karena arus kota besar yang begitu kejam, sehingga banyak para pendeta/romo yang lupa atau menjadi tidak jelas akan kekhasannya sebagai pendeta/romo, sehingga gaya hidup mereka seperti layaknya seorang jejaka yang bebas keluar-masuk pertokoan bahkan gedung bioskop dengan umatnya yang katabelece wanita. Iya... mungkin tadinya tidak hanya berdua, tetapi pendeta/romo menjadi James Bond di antara wantia cantik yang berduit dan bermobil, atau bahkan pakai mobil pendeta/romo-nya yang berarti mobil gereja, kan? Bahkan ada pendeta/ romo yang bersedia mengubah profesinya sehingga menjadi sopir antar jemput perempuan-perempuan kesepian dengan seribu macam alasan untuk dapat konseling dengan pendeta/romonya, bahkan mungkin pangilan lewat handphone.

Renungkanlah: Apakah ruang tamu gereja kurang besar sehingga perlu pertemuan di mal-mal, kafe-kafe, atau tempat-tempat hiburan lain baik di dalam pertokoan atau hotel berbintang? Bukankah konseling tidak harus di tempat begitu?

Hai pendeta/romo, janganlah terbuai dengan bau parfum yang menggiurkan, sehingga pelayanan dan tugas perutusan pendeta/romo menjadi kabur. Walaupun banyak mendapatkan tawaran untuk mengajak pendeta/romo-nya jalan-jalan keluar, cobalah sekali-sekali berani untuk menolak dan tidak perlu sungkan, karena sebenarnya semua kunci itu ada di tangan para pendeta/romo. Apabila pendeta/romonya mau menolak dengan tegas, tentunya mereka juga tidak berani dan tidak bisa macam-macam, karena respek itu masih ada selama para pendeta/ romo masih layak disebut sebagai pendeta/ romo.

Bukankah pendeta/romo itu sebenarnya adalah wakil Tuhan di dunia ini? Oleh sebab itu, marilah kita mulai dari naruni yang putih, jangan dinodai lagi dengan hal-hal yang tidak pantas. Kami para umat senantiasa berdoa, agar para pendeta/romo dapat tetap dengan tegar dan bangga sebagai pendeta/ romo yang taat, setia, dan suci hidupnya-tulus dalam setiap pengabdiannya.

Berikanlah mereka waktu untuk mengeluh, berpendapat, dan bertemu sebagai anak dengan bapanya, sehingga mereka merasakan kekeluargaan yang sungguh mengikat mereka dengan kasih yang diberikan Yesus sendiri. Tanamkanlah pada para pendeta/romo tentang kehidupan doa dan iman mereka. Janganlah sampai lupa akan kewajiban-kewajiban seorang pendeta/romo. Berikan juga keteladanan hidup sebagai seorang bapa yang penuh kasih dan sebagai gembala yang baik dengan segala kerendahan hati.






19. Lacur Pake Uang Kolekte


ImageMang Ucup baru pulang dari love tour ke Asia. , Seperti juga di tiap kota besar selalu ada kampus hitamnya-kalau di Bandung disebut Sari-Black dan di Bangkok daerah lampu merahnya diberi nama Patpong - kalau Mang Ucup jalan di daerah lampu merah, entah kenapa, mata Mang Ucup langsung ikutan jadi "merah" berbinar-binar. Tetapi untung, ke mana pun Mang Ucup pergi selalu dirantai oleh CPM istri. Jadi, hanya sekadar window shopping. Tidak mendapat kesempatan untuk icip-icip.

Untuk para Hamba Tuhan tentu daerah ini tidak baik, sebab untuk Hamba Tuhan sudah ada peraturan dari sananya harus "vegetarian", jadi kagak boleh makan "daging". Walaupun demikian, kenyataannya ada saja Hamba Tuhan yang secara rutin minimal sebulan dua kali pergi ke daerah lampu merah. Hal ini dilakukan oleh Michael Pfleger (50 tahun) dari gereja St. Sabina di Chicago. Dan ia ke sana bukan hanya sekadar window shopping seperti Mang Ucup, tapi benar-benar shopping. Karena itu, kalau Anda berada di daerah lampu merah di Chicago dan melihat seorang Hamba Tuhan yang lagi tawar-menawar, jangan kaget. Hebatnya lagi, ia selalu memakai pakaian seragam dinasnya, jadi bukannya secara incognito, diam-diam sebagai preman.

Konon kegiatannya ini sudah diketahui dan direstui oleh dewan gereja. Bahkan lebih hebat lagi, ia diperkenankan menggunakan uang kolekte untuk kegiatan¬nya di daerah lampu merah itu. Ia menyadari uang yang digunakan adalah uang hasil kolekte, karena itu harus diirit-irit. Jadi, ia selalu menawar untuk 6 jam service maximum - ia hanya berani bayar US$ 50,00.

Maklum, Hamba Tuhan itu tidak pilah-pilih. Gendut, kurus, sexy, non-sexy, muda atau tua tidak jadi masalah; mulai dari usia 13 tahun sampai dengan 60 tahun diboyong semua. Sek itu ada macam-macam jenisnya, maka dari itu pada tahapan tawarmenawar pun telah ditentukan terlebih dahulu apakah mau seks normal atau oral. Rupanya Hamba Tuhan ini hanya tertarik yang oral.

Tetapi betapa kecewanya para wanita penjaja seks itu ketika mereka benar-benar mau melayani secara oral. Ternyata Hamba Tuhan ini tidak tertarik sama sekali untuk dilayani seks secara oral, melainkan ia ingin oral benaran. Dan yang dimaksud dengan oral benaran olehnya ialah ngobrol alias kongkouw, walaupun untuk itu ia harus bayar-karena ia tidak ingin merugikan mata pencarian orang lain.

Pastor Michael Pfleger ini benar-benar seorang pastor yang menginjili para penjaja seks dengan cara seperti itu. Jadi, ia pergi ke daerah lampu merah bukan untuk jajan atau icip-icip surga dunia, melainkan benar-benar berusaha untuk menginjili mereka agar kembali ke jalan yang benar.

Ia datang ke sana benar-benar untuk berkotBAH, bukannya ingin jadi nasaBAH. Ternyata usahanya telah menghasilkan puluhan wanita yang bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Inilah salah satu cara yang unik untuk menyebarkan firman Tuhan dengan cara yang aneh tapi nyata.

Mang Ucup juga tertarik untuk bisa melayani seperti ini, tetapi sobat Mang Ucup, seorang nasaBah, sukar bisa berubah menjadi pengkhotBah. Hehehe, nantinya bukannya ingin melayani, malah ingin dilayani; maka dari itu pelayanan model ini lebih baik dihindari.






19. Pekun = Pendeta duKUN


ImagePerdukunan di Indonesia semakin marak dan semakin canggih. Lihat saja majalah-majalah dan acara-acara tivi. Dukun-dukunnya pun semakin canggih, mulai dari yang menggunakan HP sampai yang telah memiliki situs Internet sendiri.

Kalau kita baca iklan-iklannya, mereka menawarkan hal-hal seperti ingin sembuh, enteng jodoh, sukses, lulus ujian, dapat anak, cepat kaya, dapat proyek; bahkan tawaran bagi mereka yang ingin jadi sakti pun ada. Kalau ada keributan dalam rumah tangga pun para wong pinter ini, bisa dan mampu memberikan konseling secara jarak jauh maupun dekat.

Coba renungkan dan jawab dengan jujur, bukankah sebagian besar umat kristiani pergi ke gereja dan berdoa juga dengan harapan dan tujuan yang sama? Yaitu untuk memuaskan keinginan kedagingan dan keduniawian kita.

Hal ini diketahui benar, bukan oleh Mang Ucup saja, melainkan oleh si setan. Karena itulah akhirnya banyak roh kuda maupun roh kudis yang masuk ke dalam pelayanan di gereja, sehingga banyak Hamba Tuhan yang mempunyai pekerjaan rangkap-selain jadi Hamba Allah juga jadi hamba setan.

Di akhir tahun 80 kita mendengar seorang dokter juga berfungsi sebagai dukun, sehingga keluarlah istilah "Terkun". Mang Ucup juga ingin memberi istilah baru, yaitu "Pekun". Bukan pikun karena sudah lansia, melainkan menjadi Pekun karena kema¬sukan roh kudis di mana si Hamba Tuhan juga berfungsi sebagai Dukun (PEndeta duKUN).

Mengapa demikian? Karena pendeta/ romo zaman sekarang punya hobi meramal! kwamiah, yang dalam bahasa Alkitab disebut "bernubuat". Dengan kemampuan ini otomatis si pendeta/romo bisa menaikkan pamornya sebagai seorang Nabi, sebab inilah gelar tertinggi yang didambakan oleh kebanyakan Hamba Tuhan, di samping itu akan diakui kesaktiannya. Bagi pendeta/ romo yang belum memiliki karunia bernubuat, berarti Anda masih tergolong kelas bawah alias kelas kolong-belum elit.

Coba renungkan, bagaimana bahagianya seorang Pertu (perawan tua) bila pada suatu saat sang pendeta/romo datang kepadanya dan bersabda: "Aku mendengar Roh Kudus/Tuhan berkata" bahwa doa kamu telah dikabulkan sehingga dalam waktu dekat ini kamu akan ketemu sang pangeran yang tidak kalah guaantengnya dengan Tao Mingshe dari F4.

Apakah hati sang gadis tidak akan berapi-api setelah mendengar sabda sang penjual serabi eh nabi itu? Apalagi kalimat tersebut diawali dengan kata-kata "Aku mendengar Tuhan berkata" atau diakhiri dengan "Demikianlah firman Tuhan".

Apakah Anda sebagai anggota jemaat berani meragukan nubuat seorang Hamba Tuhan? Apakah Anda berani meragukan sabda Allah atau firman-Nya? Apalagi isi nubuat ini benar-benar sangat menyenangkan hati si pendengar, seperti kejatuhan durian di siang hari bolong!

Setelah mendengar berita gembira ini, pasti si gadis akan sesumbar ke mana-mana untuk memuji kesaktian si pendeta/ romo, dan niatan untuk memberikan perpuluhan (10%) bulan ini diubah menjadi 1.000% maka everi bodi heppi-lah, si pendeta/ romo dapat Pupu (Pujian & Pulus), si gadis dapat dream!

Hanya sayangnya, setelah ditunggu sekian tahun boro-boro sang pangeran yang mirip Tao Mingshe, pria yang bopeng mirip Tao-Co saja tidak pemah muncul! Sehingga akhimya gadis itu merasa dikecewakan, Ia merasa dibohongi dan ditipu oleh Allah; sementara sang pendeta/ romo itu sendiri sudah lupa dengan apa yang ia ucapkan.

Bagaimana kalau Mang Ucup juga meniru gaya mereka: "Aku mendengar Tuhan berkata bahwa salah satu pembaca artikel ini, sedang mempunyai pergumulan yang berat, di mana salah satu anggota keluarga yang dikasihinya sedang menderita sakit berat; doa Anda sudah dikabulkan, sehingga dalam waktu dekat ini akan sembuh!-Puji Tuhan Haleluya!"

Ini namanya win-win solution, karena pada saat ini Mang Ucup bergabung di lebih dari 15 milis, sehingga tulisan Mang Ucup dibaca oleh ribuan orang tiap hari. Apakah tidak mungkin dari sekian ribu orang ini ada yang anggota keluarganya kebenaran sedang sakit. Kalau ternyata nubuat Mang Ucup ini menjadi kenyataan, apakah Mang Ucup tidak akan dinilai sakti, sehingga mulai esok sudah bisa menyandang gelar Nabi Ucup.

Namun sebaliknya, bila ini tidak benar, mana ada yang tahu ... sebab yang membaca artikel Mang Ucup ada di seluruh jagat raya. Apa pun hasilnya, pasti Mang Ucup selalu dinilai sakti dan masuk di kelas para selebritis nabi-nabi karena telah memiliki karunia "bernubuat", bukan sekadar karunia LU-buat.







21. Pendeta vs Psikolog


ImageMenurut dr. Rusli Maslim dari Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial ternyata lebih dari 25% penduduk Indonesia mengidap penyakit jiwa. Namun di lain pihak, hanya tersedia 420 ahli kejiwaan untuk 210 juta penduduknya (Smg 10/07/ 2001).

Oleh sebab itu para Hamba Tuhan bukan sekadar dituntut harus pinter khotbah, tetapi juga harus bisa menjadi konselor untuk berbagai macam masalah, mulai dari masalah rumah tangga, seks, keuangan, hukum, sampai narkoba; maka itu Hamba Tuhan bukan hanya berfungsi sebagai ahli teologi, melainkan juga harus bisa berfungsi sebagai ahli seksologi sampai psikologi.

Mang Ucup saat ini juga lagi mengalami krisis kejiwaan, stres berat, sebab kenyataannya selainnya memiliki si Wid (Wanita Idaman Di rumah) masih ada tabungan/simpanan si Wil (Wanita Idaman Luar-rumah). Hal ini mengakibatkan Mang Ucup menjadi pusing tujuh keliling. Yang menjadi pertanyaan:

Untuk mengatasi masalah gangguan jiwa ini-apakah sebaiknya Mang Ucup minta bantuan seorang psikolog ataukah Hamba Tuhan?"

Kelebihan dari Hamba Tuhan, kita bisa dapat bantuan gratisan; tetapi di lain pihak, apakah Hamba Tuhan bisa dan mampu membantu orang yang lagi mengalami gangguan jiwa.

Untuk jiwa yang SESAT, pasti bisa dibantu. Tetapi bagaimana yang dengan jiwa yang SAKIT? Lagipula apabila pak Pendeta mengetahui belang atau aslinya Mang Ucup, apakah masih mungkin Mang Ucup bisa dipilih menjadi panatua gereja? Belum lagi Mang Ucup khawatir nantinya bisa menjadi topik utama dalam bursa gosip pergunjingan di gereja sehingga akhirnya si Wid bisa tahu bahwa Mang Ucup masih memiliki tabungan/ simpanan tidak resmi.

Memang benar Hamba Tuhan maupun psikolog bisa memberikan konseling yang sama, akan tetapi saya yakin pasti akan berbeda dari sudut pandangnya. Sudut pandang Hamba Tuhan kagak bisa ditawar dan kagak ada ampun, pasti langsung divonis dan dicap sebagai jiwa yang berdosa. Jadi kambing hitamnya jelas ada di pihak Mang Ucup, karena itu jalan penyelasaian dan jalan satu-satunya adalah bertobat dan berdoa!

Sedangkan dari sudut pandang seorang psikolog, mungkin mereka akan menganalisa dan menilai bahwa Mang Ucup itu ketika masa kanak-kanaknya kurang mendapatkan kasih sayang dari pihak Ibu, karena itu wajar ketika dewasa ingin mencari kasih sayang ekstra. Di samping itu, bukankah prinsip ajaran utama dari umat kristiani adalah kasih? Oleh karena itu, apa salahnya kalau Mang Ucup ingin mengasihi lebih dari satu orang istri?

Maka dari itulah kalau mencari istri sebaiknya yang bernama Sara, sebab telah terbukti istri Abraham itu penuh dengan pengertian.

Pendeta adalah seorang teolog, inti dan misi utamanya bukanlah mengurus dan melayani jiwa yang sakit, melainkan melayani Allah; beda dengan sang Psikolog di mana jelas inti dan misi utamanya ialah jiwa (psikhe). Walaupun demikian, bila kita mengalami stres berat atau masalah gangguan jiwa, kepada siapa sebaiknya kita meminta bantuan, apakah kepada Pendeta ataukah kepada psikolog?






21. Budaya Sungkem dan Bungkem


ImageHarus diakui bahwa para pejabat tinggi di Indonesia sering mendapatkan penghormatan seperti layaknya para Raden dan Sultan di zaman baheula. Lihat saja kalau pejabat tinggi berkujung ke daerah, seakan-akan kita harus sungkem di hadapannya. Maka dari itu sudah sewajarnyalah kalau kita tidak mempunyai hak untuk buka mulut alias kudu bungkem atau nrimo saja semua yang diucapkan maupun diperintahkan oleh junjungan kita.

Budaya bungkem atau budaya bisu sudah merupakan kewajiban mutlak ketika zaman Orba. Selama 30 tahun lebih kita harus bungkem, kalau kagak mau dicap sebagai PKI atau pemberontak. Kalau berani demo atau buka mulut, bisa-bisa Anda akan di" dor" atau di-pulau-Buru-kan. Dan baru pada zaman reformasi inilah kita mulai berani buka mulut dan melakukan demo-tetapi reformasi ini pada kenyataannya kagak bisa masuk ke dalam gereja.

Kalau Anda sebagai jemaat berani buka mulut dan terlalu vokal di gereja, maka Anda akan dicap pemberontak atau anggota PKl, alias "Persekutuan Keluarga Iblis". Anda diperkenankan mengeluarkan suara keras hanya untuk bernyanyi. Selain itu, sebaiknya bungkem alias tutup mulut. Kalau Anda berani melawan peraturan yang tidak diucapkan ini, Anda bisa di kucilkan atau dikecam keras dari atas mimbar, bahkan bisa diusir dari gereja.

Banyak para Pendeta yang merasa dirinya seperti Mega Star. Tanpa owe, hmm... gereja ini akan kosong. Kalau owe khotbah, dijamin ribuan orang akan datang. Di samping itu, ini gereja kan punyanya owe juga, minimal sudah diatasnamakan yayasan yang notabene diketuai oleh istri owe juga.

Apalagi para pembimbing agama ini sudah mempunyai ayat-ayat penyumpal mulut. Apakah Anda masih meragukan firman Allah dan kebenaran yang tercantum di dalam Alkitab? "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka" (Ibrani 13:17) atau "tiap orang harus takluk kepada atasannya" (Roma 13:1-2) atau "tunduklah kepada orang-orang yang tua" (1 Petrus 5:5). Dengan ketiga ayat ini saja sudah cukup dijadikan instrumen untuk memberangus mulut umatnya.

Alasan yang paling penting dan paling utama kenapa Anda harus bungkem dan nurut kepada pendeta adalah karena ia seorang Pendeta. Apakah Anda masih meragukan otoritasnya? Kalau Anda berani mengkritik seorang pendeta, maka dosanya sama beratnya seperti kalau Anda mengkritik Allah, sebab pendeta itu adalah orang yang telah diurapi Allah.

Ajaran, kritikan, dan kecaman hanya boleh one way direction. Jadi jurusannya hanya boleh dari atas mimbar ke bawah, bukan kebalikannya. Lebih baik bersikap manis dan selalu mengembik "amin" sesuai dengan ajarannya pak Gem.

Banyak anggota jemaat dari berbagai aliran gereja bukannya di bebaskan dari segala macam beban, malah sebaliknya diperberat dan ditambah dengan bermacam-macam doktrin yang bukan hanya memberatkan, tetapi juga sudah merupakan doktrin sesat. Walaupun demikian, jangan sekali-sekali Anda berani mencoba mempertanyakan kebenarannya doktrin itu, sebab dengan demikian Anda sudah bisa dicap sebagai pemberontak. Janganlah jadi pengacau, pertahankanlah suasana damai dan tunduklah kepada para pembimbing gereja. Ini adalah perintah Allah langsung. Kalau belum yakin juga, bacalah: Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah"; Filipi 2:2, "Untuk itu hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan"; Efesus 4:3, "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera".

Apakah Anda masih belum yakin akan pengetahuan yang dimiliki oleh pak Pendeta? Apakah Anda masih belum yakin akan deretan titel dan gelarnya? Oleh karena itu, sebelum Anda buka mulut, sebaiknya Anda ngaca dahulu dan tanyalah siapakah diri Anda ini?

Para jemaat itu bisa disamakan dengan pesakitan atau kaum terdakwa, yang berdosa, yang tiap minggu harus disadarkan dan di-brain washing, agar selalu ingat bahwa dosa kita itu bejibun, sedangkan pak Pendeta itu hakimnya. Karena itu banyak pendeta yang pake toga, seperti hakim di pengadilan, dengan mana otoritasnya jadi lebih kelihatan dan lebih berwibawa. Ingat tidak ada undang-undang maupun peraturan di kolong langit ini bahwa pesakitan mau mengadili pak Hakimnya sendiri.

Sebagai tes cobalah Anda mulai melakukan demo kecil-kecilan, dengan mempertanyakan uang persembahan atau uang kolekte-berapa jumlah uang yang diterima secara keseluruhan, digunakan untuk apa saja, berapa besar bagiannya pak Pendeta. Uang kolekte mingguan sih mudah dihitung dengan jelas, tetapi bagaimana dengan uang perpuluhan yang jumlahnya jauh lebih besar dan terkadang tidak jelas ke mana mengalirnya.

Sesungguhnya dari wong cilik sampai wong gede, semuanya hanya mengejar duit melulu, baik yang dinamakan nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu!

Mungkin Anda akan menilai bahwa kata-kata Mang Ucup di atas udah kebangetan dan terlalu keras. Perlu diketahui bahwa ini bukan ucapan Mang Ucup lho, saya hanya sekadar penyambung lidah saja dari Sang Pencipta. Kagak percaya? Baca Yeremia 6: 13: "Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu."







22. Hamba Surgawi


ImagePertama-tama, saya hendak memohon maaf karena ternyata oret-oretan saya telah membuat banyak orang tersinggung, karena itu rasanya tidaklah fair kalau kita mengkategorikan bahwa semua pendeta itu mata duitan dan mengabdi hanya demi kepentingan pribadinya semata-mata. Apa yang saya tulis mungkin hanya beberapa orang di antara mereka; seperti dalam suatu keluarga besar, tidak semua anak bisa menjadi baik, salah satu dari mereka bisa saja menjadi kambing hitam keluarga. Kambing hitam bukan hanya ada di kalangan umat kristiani saja, tetapi di semua agama pun ada. Tetapi apakah kita harus meneruskan budaya bisu atau budaya "sungkem dan bungkem" seperti pada era Soeharto?

Saya mengenal banyak pendeta/romo yang benar-benar tidak mengenal waktu, khusus untuk melayani umatnya, sehingga kesehatan dirinya saja tidak digubris. Ia rela mengorbankan apa yang ia miliki demi melayani Tuhan, sehingga untuk makan tiga kali sehari saja tidak ada uang, walaupun demikian ia tidak pemah mengeluh. Ia sering berpuasa, bukannya secara sukarela, tetapi karena keadaan yang memaksanya.

Banyak pendeta yang berasal dari para profesional top, yang dahulunya pengacara, akuntan, dokter, dan sebagainya, yang tadinya bisa menerima honor per jam US$ 200 bahkan mungkin lebih daripada itu, tetapi mereka berbalik haluan dan meninggalkan profesinya khusus untuk mengadikan dirinya untuk Tuhan. Mereka bersedia menjalankan kehidupan seperti tukang kayu.

Berapa banyak pendeta maupun romo yang telah mencapai gelar akademis yang tertinggi, tetapi malah memilih hidup di pedalaman, di desa, maupun di hutan belantara. Saya juga mengenal seorang pendeta yang selalu bertanya, "Adakah yang bisa saya bantu?" Dan, ini bukan sekadar lip service. Ia benar-benar rela dan mau memberikan dan membagikan apa saja yang ia miliki, sedangkan penghasilannya sangat minim, sehingga tidak tahu apa yang harus dimakan esok hari. Walaupun demikian, ia tidak penah mengemis apalagi menagih kepada jemaatnnya untuk memberikan perpuluhan maupun persembahan.

Mereka tidak hanya sesumbar dan berkoar-koar mengajar kasih, tetapi mereka mempraktikkan kasih itu. Kehidupan mereka adalah cermin dari ajarannya sendiri. Mereka tidak mampu membuat mukjizat-mukjizat yang spektakuler, tetapi mempunyai kelembutan hati maupun kasih yang sedemikian besar sehingga bisa memberikan keteduhan bagi mereka yang membutuhkannya. Mereka memilih gedung gereja tua yang lapuk, bahkan di gubuk-gubuk untuk berkhotbah daripada di gereja yangfull AC dan berlantai marmer. Mereka tidak perlu berkhotbah di hotel berbintang-di bawah bintang pun jadi, secara open air! Mereka tidak ingin menginjili umat yang berada di USA, Eropa, Australia, maupun Singapore, karena mereka tahu bahwa masih banyak orang yang benar-benar haus dan membutuhkan mereka terutama di pedalaman, di kampung kumuh di tanah air sendiri.

Saya kenal banyak pendeta / romo yang melayani dan mengabdikan dirinya khusus untuk melayani anak-anak jalanan, para napi di penjara, melayani anak-anak cacat mental maupun di rumah sakit jiwa, bahkan mengorbankan hidup dan kesehatannya sendiri khusus untuk melayani para penderita penyakit kusta/lepra. Nama mereka tidak akan pemah dicantumkan di koran maupun di TV, tetapi saya yakin nama mereka telah dicantumkan di buku kehidupan di surga. Orang seperti mereka bukan hanya satu-dua saja, bahkan ribuan. Di mata dunia mereka semua itu Mr. Nobody, tetapi di mata Tuhan mereka adalah para VIP dari warga surga.

Kita pun mengetahui bahwa banyak romo/pendeta yang bukan hanya mengorbankan harta maupun kesehatannya, tetapi juga mengorbankan jiwa dan ra ganya; mereka bersedia dihukum dengan hukuman penjara, siksaan badan, bahkan dibunuh demi kepercayaannya dalam menjalankan tugas sebagai Hamba Allah! Seperti pendeta yang dibakar bersama gerejanya atau romo yang mati dibunuh di Pasa maupun Ambon.

Saya salut kepada mereka yang benar-benar mengabdikan dirinya dan berkorban untuk Tuhan. Untuk mereka saya mendoakan agar Tuhan memberikan berkat yang berlimpah dan kekuatan dalam menjalan misi dan pengabdiannya.






Wacana Akhir



Seperti yang saya tulis di awal buku ini, tujuan buku ini bukanlah untuk memojokkan gereja atau Hamba Tuhan tertentu-mana pun juga.

Para Hamba Tuhan sekarang sering menamakan dirinya dengan sebutan Gembala Sidang, dan panggilan Gembala itu sebenarnya sangatlah mulia, sehingga Allah dalam Perjanjian Lama berulang-ulang melukiskan diri-Nya sebagai Gembala Israel: "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk- induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati" (Yesaya 40:11).

Gembala dalam arti harfiah mengemban panggilan tugas yang banyak tuntutannya. Ia harus mencari rumput di daerah yang kering dan berbatu-batu, harus melindungi kawanan domba gembalaannya terhadap cuaca buruk dan binatang buas, dan harus bisa mencari dan membawa kembali domba yang sesat. Seperti yang ditulis dengan sangat indahnya dalam Mazmur 23.

Gembala yang ideal haruslah kuat, rela berkorban, dan tidak mementingkan diri sendiri. Seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri, "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-damba-Ku dan domba-damba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku" (Yohanes 10:11-15).

Kitab Suci menekankan betapa pentingnya tanggung jawab setiap pemimpim atas pengikutnya. Walaupun demikian, tidak perlu kita menghakimi mereka, sebab sejak zaman Perjanjian Lama sudah banyak gembala serupa yang tidak setia, di mana mereka lebih mementingkan diri sendiri, dan bukan domba-dombanya; domba mereka dibunuh dan diserahkan demi keuntungan mereka sendiri, mereka mengkhianati tugas mereka yang sesungguhnya. Walaupun demikian, saatnya akan tiba di mana Allah akan mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi gembalanya. Yeremia 25:34 menyatakan, "Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala! Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba! Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih, dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan."

Kita pergi ke gereja untuk mencari Allah yang benar, bukannya untuk mencari Hamba Allah yang benar; karena Hamba Allah yang benar-benar sempurna tanpa cela dan dosa tidak akan ditemui di gereja mana pun juga di dunia ini, terkecuali Yesus. Namun demikian, sebagai akhir dari tulisan ini, saya kutipkan Ibrani 10:25, "Janganlah kita lalai menghadiri kebaktian di gereja seperti yang dilakukan beberapa orang, tetapi marilah kita saling memberi dorongan dan saling mengingatkan, teris-timewa sekarang ini, sebab hari kedatangan-Nya yang kedua kali sudah dekat."




Disalin dari :
Mang Ucup, Hamba Duit vs Hamba Allah, Kairos, 2005.


 

Add comment


Security code
Refresh