SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Info buku MENGAPA KRISTEN TIDAK PEDULI THE GOSPEL OF JUDAS?

MENGAPA KRISTEN TIDAK PEDULI THE GOSPEL OF JUDAS?

E-mail Print PDF
User Rating: / 2
PoorBest 
oleh : Curt Fletemier







Dusta berkepanjangan


Buku The Gospel Of Judas ini dimaksudkan sebagai buku intelektual yang memperkenalkan naskah-naskah kuno yang telah lama hilang kepada masyarakat pada mas a ini. Para penulisnya adalah orang-orang yang sangat terpelajar, dan ahli di bidang ilmu papirologi dan paleography. Mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menentukan tahun penulisan naskah-naskah dan menerjemahkannya, tetapi sayang, nampaknya mereka kurang berhasil dalam hal sejarah.

Mereka menyatakan bahwa "injil" Yudas yang ditemukan di NagHamadi dapat dipercaya sama seperti Injil-injil Perjanjian Baru, tetapi melalui perkataan mereka yang diambil langsung dari buku The Gospel of Judas menunjukkan bahwa mereka sendiri tidak terlalu meyakini akan apa yang mereka hendak katakan.

Nampaknya mereka tidak tertarik pada kebenaran sesungguhnya. Untuk itulah saya menulis buku ini. Buku ini.



DAFTAR ISI :

I. LATAR BELAKANG "INJIL" YUDAS

II. PENGAJARAN GNOSTIK SETHIANISME "INJIL" YUDAS

III. REAKSI DARI KAUM SEKULARIS DAN UMAT KRISTEN

IV. YUDAS BUKANLAH PENULIS "INJIL" YUDAS

V. DUSTA YANG BERKEPANJANGAN

VI. MENGAPA ORANG KRISTEN TIDAK PEDULI "INJIL" YUDAS?

VII. KITAB SUCI TIDAK PERNAH DIPILIH, KITAB SUCI MEMILIH DIRINYA SENDIRI

VIII. KAPAN INJIL-INJIL GNOSTIK PERNAH DIANGGAP SEBAGAI KITAB SUCI?

IX. NASKAH-NASKAH PERJANJIAN BARU

X. FRAGMEN-FRAGMEN PERJANJIAN BARU

XI. KESIMPULAN



---------------




I. LATAR BELAKANG "INJIL" YUDAS



Umat Kristen telah mengetahui sejak lama tentang keberadaan "injil-injil lain"; ini bukanlah hal baru yang mengejutkan. Pada tahun 180 M, Iraneus telah menulis argumentasi untuk menentang injil-injil tersebut. Tetapi sampai tahun 1945, ketika naskah NagHamadi ditemukan, kita yang hidup pada zaman ini baru mendengamya karena sebelumnya naskah-naskah itu telah menghilang untuk waktu yang cukup lama. Di tahun 1945, beberapa orang lokal dari Nag Hamadi, di Mesir, menemukan 13 kodeks tua (buku kuno) yang berisi tentang 50 teks dari agama kuno yang disebut sebagai "Gnostik" diantaranya ada beberapa "Injil-injil" yang telah ditentang oleh Iraneus dan umat Kristen pada tahun 180 M.

"Injil" Yudas (seharusnya saya sebut sebagai injil-pseudo/ injil palsu) tidak ditemukan diantara 'injil-injil' yang ditemukan di NagHamadi. Herbert Krosney, dalam bukunya yang berjudul "The Lost Gospel" mengatakan bahwa "injil" Yudas ditemukan sekitar tahun 1970-an, oleh beberapa penduduk asli Mesir yang tinggal di dekat sungai Nil di dalam gua yang terkubur. Kemudian naskah muncul di perdagangan barang antik. Sebagian telah diperbaiki, dipelihara dan diterjemahkan. Naskah ini bersama sebagian besar teks Naghamadi lainnya, merupakan bagian dari kitab-kitab yang disebut sebagai injil Gnostik. Tulisan dari naskah-naskah kuno ini dianalisa. Dari kertas dan tintanya para ahli mencoba mencari tahu usia dari naskah-naskah itu. Para ahli yakin bahwa salinan naskah-naskah itu berasal dari tahun 300 M. Tetapi karena Iraneus telah menulis sesuatu untuk menentang ini, maka kita dapat mengetahui bahwa naskah aslinya ditulis sebelum tahun 180 M, mung kin sekitar tahun 150 M.

Kata "Gnostik" berasal dari bahasa Yunani, gnosis yang artinya pengetahuan [1]. Secara umum kaum Gnostik, sebutan yang biasa mereka pakai, percaya bahwa jawaban untuk masalah manusia dapat ditemukan secara khusus. Ini merupakan rahasia pengetahuan dimana hanya orang-orang khusus saja yang dapat meraihnya. Ada banyak jenis pengajaran Gnostik, tetapi pada dasarnya itu merupakan pengajaran yang menggabungkan filsafat Yunani dengan mistik Barat.

Gnostik mengajarkan bahwa dunia telah diciptakan oleh dewa yang jahat, dewa yang lebih rendah, seorang malaikat atau setengah dewa. Dewa yang lebih tinggi itu tinggal di dalam suatu pribadi yang disebut Barbello, yang nampaknya merupakan "Ibu dari surga". Dewa yang lebih tinggi itu adalah dewa yang baik, yang menghasilkan dirinya sendiri. "Autogenes" dia adalah allah dari roh-roh. Jadi, pada inti pengajarannya adalah roh itu baik, materi itu jahat. Mereka juga mempunyai beberapa dewa kecil lain yang disebut sebagai aeons.

Karena mereka percaya bahwa roh itu baik dan materi itu jahat, maka mereka berpikir bahwa semua manusia jahat adanya, sehingga terkadang mereka menentang adanya perkawinan dan melahirkan anak. Mereka berpendapat bahwa tujuan kita seharusnya untuk menyatukan kembali diri kita dengan keberadaan terang, atau roh, atau energi. Seseorang seharusnya mencoba untuk membebaskan roh mereka dari tubuh jasmani melalui perenungan yang dalam, refleksi, atau meditasi.

Kapan dimulainya injil Gnostik masih merupakan pertanyaan. T api satu hal yang kita tahu pasti adalah selama abad ke - 2, ketika umat Kristen mulai menyebarkan Injil ten tang Yesus di daerah Romawi, Gnostik menjadi salah satu pesaing terberat Kekristenan. Beberapa orang Yahudi, Roma, dan Yunani menjadi orang Kristen, yang lainnya menjadi Gnostik. Ada juga kelompok yang ingin menggabungkan Gnostik dan Kekristenan dan hasilnya adalah injil-injil Gnostik. T etapi masalah terbesarnya adalah injil-injil Gnostik yang ditemukan di NagHamadi, dan juga "injil" yudas' memakai nama-nama para Rasul, dan berbicara mengenai tokoh-tokoh di dalam Alkitab. Jadi, jika mereka tidak ada hubungan dengan Kekristenan, seperti yang kita katakan, lalu bagaimana mereka dapat menggunakan thema-thema Kristen?

Alasannya adalah pada abad pertama, tidak ada seorangpun yang dengan mudah dapat menulis sebuah buku mengenai Yesus dan menaruh nama seorang Rasul di dalamnya. Pad a mas a itu para Rasul masih hidup dan akan menentang buku tersebut. Sehingga setiap pemalsu seperti itu tidak akan dapat menjaga kredibilitasnya untuk waktu yang lama, khususnya jika mereka menulis sesuatu yang bertentangan dengan semua buku dan surat yang telah ditulis oleh para Rasul. Sedangkan pada abad ke-2, ketika para Rasul sudah tiada, ada kesempatan besar bagi mereka yang ingin menggabungkan pengajaran Kristen dengan Gnostik, dan beberapa orang memang melakukannya. Pada saat itulah injil-injil Gnostik ini mulai muncul.

Setelah kita melihat latarbelakangnya, sekarang marilah kita menyelam lebih dalam dan lebih mendetail. Pertama-pertama kita lihat perbedaan yang ada di antara kedua pengajaran ini.


------------------------

Catatan :

[1] Lihat artikel GNOSTIK, di http://www.sarapanpagi.org/gnostik-vt332.html#p721





Disalin untuk tujuan non-komersial, untuk keperluan studi Alkitab dari buku :
Curt Fletemier, The Gospel of Judas – Dusta Berkepanjangan, Visimedia, 2006
 

Comments  

 
0 #1 danielhong 2007-11-15 03:04
Saya tertarik membacanya sampai tuntas...
Nampaknya sarat pengetahuan serta dapat mempertebal keyakinan saya..
Bagaimana saya membaca BAB II / III / dst?
Memang tidak tersedia atau browser saya yang bermasalah?
Terima kasih..
Tuhan Yesus memberkati...
Quote