SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Info buku Ulasan Buku: A Thousand Splendid Suns

Ulasan Buku: A Thousand Splendid Suns

E-mail Print PDF
User Rating: / 2
PoorBest 

Bagi anda penggemar novel yang bertemakan agama,politik dan perempuan, novel ini layak untuk dibaca.
Sebelum novel A Thousand Splendid Suns, Hosseini sudah menulis satu novel yang juga tidak kalah menarik yaitu “Kite Runner”. Novel ini sudah difilmkan, meski dalam pandangan saya film itu masih kalah bagus dibandingkan novelnya. Dalam novel “Kite Runner”, dokter yang juga sebagai duta UNHCR ini menuliskan tentang persahabatan dua anak lelaki yang berbeda “kelas”. Yang satu anak juragan,yang satunya lagi anak pembantu.Kesamaan antara kedua novel ini adalah tetap ada nuansa getir dalam setiap tulisan-tulisannya.

Kembali ke novel A thousand Splendid Sun,dalam novel setebal 507 halaman ini,kita ini kita bisa memahami apa yang terjadi pada perempuan-perempuan miskin di Afghanistan(hal yang sama yang terjadi pada perempuan-perempuan miskin dibelahan mana saja di dunia ini), perpecahan yang terjadi pada suku-suku yang ada di Afgahnistan hingga tindakan-tindakan yang tidak rasional yang dilakukan oleh taliban saat mereka berkuasa.

Novel ini dibuka dengan kisah Mariam yang disebut “harami” oleh ibunya. Saat itu Mariam baru sadar jika dia adalah anak haram, hasil hubungan gelap ibunya dan seoarang juragan kaya. Ibu mariam bekerja sebagai babu dirumah juragan tersebut. Mariam tidak pernah mengerti mengapa perbuatan zina yang dilakukan ayah dan ibunya, tapi pelabelan itu malah jatuh pada dirinya yang sama sekali tidak bersalah.
Ternyata, karena lahir sebagai anak haram dari si ibu yang pembantu di rumah seorang saudagar kaya, membuat malu istri-istri lain dari si saudagar. Sehingga si pembantu tadi harus di’ungsikan”di tempat yang jauh dan si saudagar mengunjunginya setiap kamis.

Namun ternyata si anak haram ini sangat menyayangi ayahnya. Mariam ingin tinggal bersama ayahnya, dan saat ia mewujudkan impiannya, Nana-ibu Mariam- tidak bisa terima dan ia bunuh diri. Sementara, Mariam yang pergi untuk menemui ayahnya di kota harus menelan pil pahit bahwa ke3 istri ayahnya tidak mau menerimanya, dan ayahnya tidak punya kuasa untuk menentang ketiga istrinya. Karena tidak diterima oleh istri-istri ayahnya dan ayahnya sendiri, Mariam kembali kekampungnya, tapi yang didapati adalah mayat ibunya yang gantung diri.

Karena ibu yang sudah meninggal, mariam tidak punya siapa-siapa lagi dan ia terpaksa tinggal dirumah ayahnya. Tapi kemudian ayahnya dan ketiga istrinya menikahkan Marriam yang baru berusia 15 tahun. Mariam dianggap sebagai beban,anak haram dari hubungan sang majikan dan pembantu. Mariam dinikahkan dengan duda yang sudah kehilangan anak dan istrinya, yang usianya 25 tahun lebih tua dari Mariam.

Saat peperangan terjadi di Afghanistan, Mariam dan suaminya Rasheed, menampung salah seorang anak gadis tetangganya (Laila) yang selamat dari mortir yang menyerang rumahnya. Untuk alasan keamanan, Rasyeed ingin menikahi Laila. Rasheed berusia 60 tahun dan Laila 14 tahun.
Tahukah anda, para pembaca yang budiman, alasan yang dikemukakan Rasheed pada Mariam untuk menikahi Laila saat Mariam tidak mengizinkan Rasheed menikah lagi?
Katanya “ kita harus melegalkan situasi ini. Orang-orang akan bergosip. Ini bukan hal yang baik, seorang gadis muda yang tidak bersuami tinggal disini. Ini buruk bagi reputasiku dan untuknya juga. Dan untukmu (Mariam) juga, kalau aku bisa menambahkan.” (hal 261-262)

“tapi ada pilihan lain. dia (Laila) boleh pergi. Aku tak akan menghalanginya. Tapi, aku berani mengatakan bahwa dia tidak akan pergi jauh. Dia tidak punya makanan,air ataupun uang disakunya,sementara peluru dan roket berdesingan dimana-mana. Berapa hari menurutmu dia akan bisa bertahan sebelum berakhir dengan diculik,diperkosa atau dilempar diselokan pinggir jalan dengan leher tergorok?atau ketiganya?. Jalanan diluar sana tak kenal ampun. Tapi, misalkan saja dia berhasil sampai di Peshawar(Pakistan). Setelah itu apa? Kau tahu seperti apa kamp-kamp pengungsi disana?orang-orang disana hidup didalam rumah kardus. Mereka sakit TBC, disentri, juga didera kelaparan dan kejahatan. Itupun sebelum musim dingin datang. Bayangkan saat musim dingin tiba. Tubuh mereka mati rasa dan membusuk. Radang paru-paru mewabah. Manusia berubah menjadi es. Kamp-kamp itu menjadi kuburan beku”. Tentu saja dia bisa menghangatkan diri disalah satu rumah bordil di Peshawar. Dari yang kudengar, bisnis seperti ini sedang meledak disana. Gadis secantik dia tidak akan sulit mencari uang.
Sekarang ini, dalam waktu seperti ini, perempuan membutuhkan suami. Apa kau belum pernah melihat janda-janda yang tidur dijalanan itu? Mereka akan rela membunuh demi mendapatkan kesempatan seperti ini. Bahkan, ini….Yahh, katakan saja, aku beramal dengan melakukan ini” (hal 263-264).

Salah satu hal menarik lainnya dari Novel ini adalah tentang Taliban. Hosseini menuliskan tentang bagaiman Syariat Islam yang difahami kelompok Taliban ternyata benar-benar merugikan perempuan. Hosseini menulis lewat pemikiran Laila

“….kemerdekaan dan kesempatan yang dinikmati wanita Afghanistan sejak tahun 1978 hingga 1992 telah menjadi masa lalu-Laila masih mengingat perkataan ayahnya pada tahun-tahun ketika komunis berkuasa,ini saat yang bagus bagi wanita Afghanistan, Laila,. Sejak Mujahidin mengambil alih kekuasaan pada April 1992, nama Afghanistan diubah menjadi Negara Islam Afghanistan. Mahkamah Agung, dibawah pimpinan Rabbani, penuh pergolakan mullah dari kalangan garis keras yang menolak kebijakan era komunis mengenai pemberdayaan perempuan dan alih-alih mengeluarkan undang-undang yang didasarkan pada Syariah, hukum islam yang keras, yang memerintahkan supaya wanita menutup diri mereka, melarang mereka melakukan perjalanan tanpa ditemani oleh kerabat pria, dan menimpakan hukuman razam kepada pelaku zina. “Tapi mereka akan lebih menekankannya kepada kita, kata Laila kepada Mariam,seandainya mereka tidak terlalu sibuk saling membunuh. Dan membunuh kita” (hal 318).

Bicara tentang Taliban dan pemerintahannya, kita bisa dapatkan gambarannya di buku ini. Kekejaman yang mereka lakukan juga terekam jelas didalamnya. Simak apa yang dituliskan Hosseini ini :

“ Taliban adalah pasukan gerilyawan, beranggotakan para pemuda Pasthun yang berasal dari keluarga-keluarga yang melarikan diri ke Pakistan selama perang melawan Soviet. Sebagain besar dari mereka-sebagian diantaranya bahkan dilahirkan-di kamp-kamp pengungsian disepanjang perbatasan Pakistan. Dan dimadrasah-madrasah Pakistan, mereka diajar oleh mullah-mullah penganut Syariah. Pemimpin mereka adalah seorang pria misterius bermata satu yang buta huruf dan bersifat tertutup bernama Mullah Omar yang menyebut dirinya sendiri Amirul Mukminin” (hal 335-336).

“ para pria berkapak meyerbu Museum Kabul yang telah rusak parah dan menghancurkan patung-patung dari pra Islam,sisa-sisa yang masih bertahan dari jarahan Mujahidin. Universitas ditutup dan para mahasiswa dipulangkan. Lukisan-lukisan direnggut dari dinding, dirobek-robek dengan pedang. Layar-layar televisi ditendang hingga pecah. Buku-buku, kecuali Al-Qur’an,dikumpulkan dan dibakar,toko-toko yang menjual buku ditutup. Buku-buku puisi karya Khalili, Pajwa, Ansari, Haji Dehqan, Ashraqi,Beytaab,Hafez,Jami,Nizami,Rumi,Khayyam,Beydel,dan lebih banyak lagi melayang bersama asap. Laila mendengar berita tentang pria yang diseret dari jalanan, dituduh meninggalkan shalat, dan dipaksa memasuki masjid. Mereka juga menutup gedung-gedung bioskop. Ruang-ruang proyektor digeledah dan bergulung-gulung film dibakar. Kharabat, pusat musik kuno Kabul, dibungkam, para musisi dicambuk dan dipenjara. Rebab,tambur dan harmonium dihancurkan.Taliban membongkar makam penyanyi Afghanistan,Ahmad Zahir,dan menghujaninya dengan peluru (hal 244-245).

Dan yang kebih tragis lagi adalah maklumat yang dikeluarkan Taliban. Coba simak apa yang ditulis Khaleed Hoseini dibawah ini:
“ truk Toyota merah menyusuri jalanan. Para pria berjanggut dan berserban hitam duduk diatas bangku bangkunya. Dari setiap truk, sebuah pengeras suara meneriakkan pengumuman, pengumuman yang sama diumumkan lewat pengeras suara mesjid-mesjid dan radio. Pesan itu juga dicetak diatas selebaran yang dilemparkan kejalanan. Mariam menemukan salah satunya dihalaman.

Watan kita sekarang bernama Emirat Islam Afghanistan. Berikut adalah undang-undang yang telah kami sahkan dan harus dipatuhi semua orang:
Semua penduduk diwajibkan menunaikan shalat lima waktu. Mereka yang tertangkap sedang melakukan hal lain ketika tiba waktu shalat akan dicambuk.
Semua pria diwajibkan memelihara janggut. Panjang yang tepat setidaknya satu kepalan dibawah dagu. Mereka yang membangkang dari aturan ini akan dicambuk.

Semua anak laki-laki diwajibkan mengenakan serban. Anak laki-laki dari kelas satu hingga kelas enam diwajibkan mengenakan serban hitam, dan anak –anak dari kelas yang lebih tinggi diwajibkan mengenakan serban putih. Semua anak laki-laki diwajibkan mengenakan pakaian Islami. Kerah baju harus dikancingkan.


Dilarang menyanyi.
Dilarang menari.
Dilarang bermain kartu, bermain catur dan menerbangkan layang-layang.
Dilarang menulis buku, menonton film dan melukis. Mereka yang memelihara burung parrkit akan dicambuk. Burung peliharaan harus dibunuh.
Mereka yang mencuri akan dihukum potong tangan. Jika kejahatan ini terulang lagi, pelakunya akan dihukum potong kaki.
Mereka yang bukan muslim dilarang beribadah didepan ummat muslim. Mereka yang membangkang akan dicambuk dan dipenjara. Mereka yang tertangkap sedang berusaha mengganggu keimanan seorang muslim akan dihukum mati.

Khusus bagi wanita:
Semua wanita diwajibkan tinggal didalam rumah sepanjang waktu. Wanita tidak pantas berkeliaran tanpa tujuan dijalanan. Setiap wanita yang pergi keluar rumah harus ditemani oleh seorang muhrim laki-laki. Mereka yang tertangkap sendirian dijalan akan dicambuk dan dipulangkan.
Setiap wanita, dalam situasi apapun, dilarang menunjukkan wajah. Semua wanita diwajibkan mengenakan burqa ketika berada diluar rumah. Mereka yang tidak mengenakan burqa akan dihukum cambuk.
Dilarang mengenakan alat rias.
Dilarang mengenakan perhiasan
Dilarang mengenakan pakaian yang indah.
Dilarang berbicara kecuali ada yang mengajak berbicara
Dilarang melakukan kontak mata dengan pria
Dilarang tertawa ditempat umum. Mereka yang membangkang akan dicambuk.
Dilarang mengecat kuku. Mereka yang membangkang akan dihukum potong jari.
Anak-anak perempuan dilarang bersekolah. Semua sekolah khusus perempuan akan segera ditutup.
Semua wanita dilarang bekerja
Mereka yang didapati bersalah karena zina akan dirajam hingga tewas.

Apa yang dituls oleh Khaleed Hoseini di dalam bukunya ini, betul-betul bisa membawa kita pada keadaan perempuan masa pemerintahan Taliban.

Novel ini juga membuka mata kita tentang keadaan Negara yang mempunyai etnis yang berbeda-beda dan keinginan untuk berkuasa dari etnis-etnis tersebut.


Penulis : Rosnida Sari
Sumber : http://www.apakabar.ws/content/view/2841/88888889/
Last Updated on Friday, 04 December 2009 06:54  

Add comment


Security code
Refresh