SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Renungan BERKAT KEPADA "ANJING"

BERKAT KEPADA "ANJING"

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 
Kisah yang dicatat dalam Markus 7:24-29 atau yang dicatat di Matius 15:21-28 adalah kisah favorit saya, dan perempuan itu adalah tokoh kesukaan saya. Karena dia adalah lambang dari kita, seorang non Yahudi yang diberi kesempatan olehNya untuk menerima keselamatan dariNya.

* Matius 15:21-28 Perempuan Kanaan yang percaya
15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."


15:26 LAI TB, Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
KJV, But he answered and said, It is not meet to take the children's bread, and to cast it to dogs.
TR, ο δε αποκριθεις ειπεν ουκ εστιν καλον λαβειν τον αρτον των τεκνων και βαλειν τοις κυναριοις
Translit interlinear, ho {Ia} de {tetapi} apokritheis {menjawab} eipen {berkata} ouk {tidak} estin {(itu) adalah} kalon {baik} labein {mengambil} ton arton {roti} tôn teknôn {anak-anak} kai {dan} balein {melemparkan} tois {kepada} kunariois {anjing-anjing (kecil/ piaraan)}


Aduh kasar banget, kok bisa sih Tuhan Yesus merujuk orang yang sedang memohon pertolongan kepadaNya dengan panggilan "anjing". Tidak peduli bagaimana kita melihat hal ini, yang jelas istilah anjing adalah sebuah penghinaan. Bila demikian, bagaimana kita hendak menjelaskan penggunaan kata ini oleh Tuhan Yesus?
Sepintas lalu, jawaban yang diucapkan Tuhan Yesus sangat mengejutkan. Maka, kisah ini harus dibaca dengan mata hati.

Orang Yahudi itu mirip kayak orang Chinese, kalau Chinese anggep hanya mereka yang orang "lang" (teng-lang) dan yang lain adalah "setan/ kui" (fan-kui, dsb). Orang Yahudi anggep cuma bangsa mereka sediri adalah "orang/ manusia" (Ibrani, אדם - "'ADAM"; Yunani, ανθρωπος - "anthrôpos"). sedangkan bangsa-bangsa (orang kafir, גוים - "GOYIM") lain adalah "anjing" (Ibrani, כלב - "KELEV"; Yunani, (κυων - "kuôn").

Rupa-rupanya Yesus pun menggunakan terminologi "anjing" untuk merujuk bangsa non-Yahudi. Namun Tuhan merujuk istilah "anjing" dalam bentuk diminutive (makna kecil) κυναριον - "kunarion". (Dia tidak menggunakan istilah "kuôn" tetapi mengambil bentuk diminutive-nya yaitu "kunarion" (anjing kecil/ anjing rumah) ini untuk maksud tertentu.

Tuhan Yesus tidak menggunakan kata yang biasa. Dia menggunakan suatu bentuk kata "kunarion" yang menunjuk bukan pada anjing-anjing liar di jalanan, melainkan pada anjing-anjing rumah sebagai binatang kesayangan. Dalam bahasa Yunani, penggunaan bentuk kata "kunarion" merupakan ciri khas rasa belas kasihan. Yesus Kristus menghilangkan sengatan yang ada dalam kata "anjing ("kuôn") itu.

Dalam perikop Matius 15:21-28, Tuhan Yesus membandingkan kata-kata : "domba-domba yang hilang" (τα προβατα τα απολωλοτα - 'ta probata ta apololota', ayat 24), "anak-anak", (τεκνον - "teknôn", ayat 26 di atas) adalah orang Yahudi sebagai suatu bangsa dan umat Allah dalam pengertian luas, sedangkan bangsa lain tidak disebut "anak".

"Roti", (Yunani, αρτος - 'artos') yang dimiliki oleh bangsa Yahudi adalah mujizat Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya menyembuhkan penyakit dan mengusir roh-roh jahat. "Anjing", ("kunarion", harfiah "anjing kecil" atau "anak anjing"), adalah istilah kalangan Yahudi bagi bangsa kafir. Yesus Kristus tidak berbicara menggunakan suara hati-Nya melainkan menggunakan ungkapan umum di kalangan Yahudi. Orang Yahudi biasa mengatakan bangsa kafir sebagai hewan buas di padang, kerbau, kambing dan keledai.

Ada suatu ilustrasi dari Zohar in Exodus:

Seorang raja menyediakan makan malam bagi putra-putranya. Sementara mereka makan daging yang terhidang, raja ini memberikan tulang-tulang kepada anjing, tetapi karena putra-putranya tidak menyenangkan hati sang Raja, maka diberikannya daging yang terhidang kepada anjing-anjing. Demikianlah ketika bangsa Israel melakukan kehendak Allah, mereka makan sehidangan di meja Allah dan pesta itu disediakan bagi mereka, serta sisa-sisa makanan diberikan kepada bangsa kafir, tetapi saat mereka tidak melakukan kehendak Allah, maka pesta itu diberikan buat anjing termasuk segala sisa-sisa makanan.


Dan dari situ Tuhan Yesus mengajar kita semua, bahwa Ia untuk segala bangsa.
Meski anjing dipandang sebagai binatang hina, namun tanpa diragukan bahwa Anjing yang jinak, berkeliaran di rumah-rumah, bermain-main dengan anak-anak dan menanti-nantikan sisa-sisa makanan yang terbuang.

Tuhan Yesus, kendati menggunakan istilah "anjing" ("kunarion") diperuntukkan bagi perempuan Kanaan yang memohon belas kasianNya, perempuan itu tetap memohon belas kasihanNya, dan menerima julukan itu, tidak menjadi tersinggung, sebaliknya ia dengan tulus dan berani menjawab. Tanggapan perempuan Kanaan itu menunjukkan iman dan kerendahan hatinya, yang merupakan inti dari pengajaran kisah ini :


* Matius 15:27
LAI TB, Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
KJV, And she said, Truth, Lord: yet the dogs eat of the crumbs which fall from their masters' table.
TR, η δε ειπεν ναι κυριε και γαρ τα κυναρια εσθιει απο των ψιχιων των πιπτοντων απο της τραπεζης των κυριων αυτων
Translit, hê de eipen nai kurie kai gar ta kunaria esthiei apo tôn psikhiôn tôn piptontôn apo tês trapezês tôn kuriôn autôn


Perempuan Kanaan ini tidak membela diri ataupun tersinggung dikatakan sebagai "kunarion", namun ia mengambil kesempatan dari setiap kata yang diucapkan Yesus bahwa anak anjing "kunarion" akan memakan remah-remah ψιχιονo - "psikhiôn"juga dalam bentuk diminutive) yang jatuh dari meja κυριων - "kuriôn" / tuan kecilanak-anak tadi.


Rupanya, Tuhan Yesus menyukai jawaban perempuan ini. Di sini ada iman yang penuh semangat yang tidak mau mendengar jawaban tidak.

Dalam Markus 7:27 mencatat perkataan Yesus Kristus "biarlah anak-anak kenyang dahulu", hal ini menimbulkan harapan bagi perempuan itu bahwa gilirannya akan tiba dan ia memperoleh hasilnya, bahwa Yesus Kristus melakukan penyembuhan bagi anaknya dari jarak jauh.

Seorang perempuan dari kalangan kafir ("GOYIM"), keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat dia berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan gender dengan ketabahan dan keberanian. Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.

Dalam kejadian itu, terbukti bahwa pelayanan Yesuspun menembus batas-batas kebiasaan eksklusifitas Yahudi. Pada akhirnya, perempuan yang bukan dari kalangan Yahudi itupun mendapat belas-kasihan dari Yesus. Perempuan ini telah datang pada alamat yang tepat, dia memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. Yesus berkata : "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Tuhan Yesus telah dibuat kagum oleh iman 'seorang kunarion' dan kesederhanaan pola pikirnya. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh Yesus!

Melalui kisah ini, Tuhan Yesus meletakkan dasar Kerajaan Allah juga berlaku bagi orang-orang non-Yahudi. Inilah pertanda dari keseluruhan sejarah kekristenan. Penolakan orang Yahudi telah menjadi peluang bagi orang-orang non-Yahudi.


Haleluyah!



Blessings,
BP



Ilustrasi :

Image





Artikel terkait :
ANJING, di
http://www.sarapanpagi.org/anjing-vt636.html#p1478
Last Updated on Friday, 13 February 2009 16:59  

Add comment


Security code
Refresh