SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Renungan "The Naughty Jesus"

"The Naughty Jesus"

E-mail Print PDF
User Rating: / 2
PoorBest 
Image p e r j a l a n a n  i m a j i n er

Minggu pagi pintu rumah diketuk seseorang secara perlahan. Saya kira tadinya cuma kerjaan para missionaris muda aktivis Saksi Jehova yang terkenal gigih berusaha memperkenalkan ajaran agamanya ke orang orang dengan naik sepeda berkeliling dari blok ke blok membagikan brosur, majalah Watch Tower dan tanya jawab person to person. Saya kuak pintu dan terperanjat " christos anesti! " saya berteriak setengah tidak percaya. Yup yang berdiri di depan sana laki laki gagah berambut panjang dan jenggotan bukanlah Kris Kristofferson penyanyi country plus movie star yang filmnya sedang diputar di ruang tamu ,tapi sang juru selamat... Jesus Christ.

" saudara habe? " tanya Jesus

" yes sir... eh yes son of God " jawab saya ragu ragu

" saya dikirim Bapak untuk menemui sampeyan "

Saya bungkam tidak berani bertanya. Dia melanjutkan

" akhir akhir ini saya dengar dari DIA, sampeyan sering menyebut nyebut namaNYA di internet."

Saya tetap diam dan agak takut takut lantaran selama ini saya dikenal orang sebagai pencaci
tuhan yang profesional. Ragu jangan jangan saya pernah salah caci. Tapi Jesus tidak melanjutkan
pertanyaan. Dia meminta izin untuk bertandang sebentaran.

Tentang urusan apa di second paskah sang Mesiah mau menemui orang murtad macam saya ini , tidaklah begitu jelas asalannya. Cume rasa deg degan saya hilang dan basa basipun lenyap lantaran Jesus tampak selalu tersenyum begitu ramah dan terlihat sangat rileks. Setelah menyantap breakfast yang saya sodorkan berupa roti bakar bertoping orange jelly, Jesus tanpa basa basi mengajak saya jalan ke luar kota untuk melakukan sidak ( inspeksi mendadak ) terhadap progres seperti apa yang telah dicapai umat dia di Amerika.Saya bingung mengarahkan mobil Camry ke mana. Las Vegas bukanlah kota yang tepat untuk memperkenalkan Jesus pada kekristenan negeri ini. Saya takut dia ditangkap satpam nanti lantaran bakalan mengacak ngacak meja judi di Bellagio atau di Mirage Casino seperti dia pernah mengacak ngacak jualan orang Yahudi di Nazareth dulu. Mau tidak mau akhirnya saya menyetir mengarahkan mobil ke selatan menuju Los Angeles.

Sepanjang jalan Jesus dan saya berebutan mengganti channel stasiun radio mobil Dia menyukai country music dan lagu lagu rohani. Sedang saya lebih memilih smooth jazz dan soft rock. Tapi sebagai tuan rumah, saya tentu harus belajar mengalah. Akibatnya terpaksa saya harus rela mendengar olah vocal dari penyanyi bernama Michael W Smith dan sejumlah lagu lagu southern gospel. Satu yang agak menyebalkan adalah ketika lagu lama " my guy " dirubah liriknya oleh seorang christian vocalist menjadi " my god " mendendang dan Jesus ikut ikutan mendendangkan irama dan lirik monoton seperti :

Nothing you can say,
Can take me away,
From my GOD..

Nothing you could do,
'cause I'm stuck like glue,
To my GOD

I'm sticking to my GOD
Like a stamp to a letter,
Like birds of a feather,
We, stick together,
I can tell you from the start,
I can't be torn apart from my goood...

Inginnya saya berteriak " o my God..please help me " cuma saya lalu sadar, cowok yang duduk disebelah
adalah juga bagian dari God. Jadi memang mending saya diamkan saja Jesus dengan sibuk dengan keasikannya sendiri.

Jesus mungkin tidak sadar bahwa saya bukanlah salah satu dari umatnya. Rahasia pribadi ini saya simpan dengan rapih paling kurang selama perjalanan pendek berakhir nanti. Dia mulai banyak bertanya. Sebaliknya saya malas menjawab dan dalam hati justru merasa risau gundah takut kalau sewaktu waktu dia memberikan pertanyaan soal keimanan dan agama . Di Barstow saya berhenti sebentar di toko buku Barns & Nobel untuk membeli majalah Christian Science Monitor. Tindakan efektif itu untuk sementara mampu membungkam Jesus sekitar 45 menitan. Dia asik tenggelam membaca sejumlah artikel. Saya arahkan mobil dari downtown Los Angeles menuju Garden Grove untuk menjumpai a protestant christian megachurch yang saya kira akan membuat dia bangga... the Crystal Cathedral Church Ministries. Gereja yang mungkin paling mutakhir di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir ini.

ImageTidak saya duga Jesus terperanjat tapi tidak dalam semangat yang positif melihat gereja canggih yang memiliki pipe organ dan salah satu layar monitor terbesar di dunia ini. Kebetulan minggu malam itu sedang berlangsung misa yang cukup spektakular. Pendeta yang ceramah siapa lagi kalau bukan pendeta maha bintang Robert Schuller yang kekayaannya juga begitu spektakular? Ministries dia terkenal dengan bintang tamu yang berasal berbagai kalangan selebriti elit bagai acara tv seperti Al Gore, Denzel Washington,Mick Huckabee,The Backstreet Boys, The Oak Ridge Boys dan berbagai kalangan fenomenal lainnya. " star power brings people to church " alasan si Robert. Saya lirik ke samping Jesus ternganga menyaksikan missa yang diselang selingi oleh acara hiburan dan laser show dan segala lampu spotlight warna warni.

Pendeta Robert dalam pidatonya diantara altar marmer mewah dan background yang gemerlapan mulai bercerita soal kederhanaan Jesus dan ajaran kasihnya yang tulus. Saya lirik sendal kayu butut Jesus yang terbuat dari kayu lalu saya lirik mukanya yang merah padam. Saya sangat khawatir dia bakalan naik darah dan menerjang ke altar dan menampar si Robert. Robert yang tidak sadar bahwa ada tuhan di antara jemaat gereja makin berapi api mengangkat Holly Bible ngoceh soal Jesus, family value dan mungkin juga cash value dan segala barang basi lainnya. Jesus mendelik dan bertanya ke saya

" whos is this Bible thumping moron? "

saya ragu ragu menjawab,

"Namanya Mr Schuller ..dia dan keluarganya adalah penguasa korporasi ini, god "

" parasitic fraud! " caci Jesus..

ImageSaya duduk makin menyudut lantaran merinding mendengar Tuhan yang marah. Saya berharap Jesus tidak tahu bukan cuma di gereja ini saja para pendeta hidup bermewah mewahan di Amerika. Pat Robertson si christian taliban konon memiliki kekayaan hampir 1 billion dollar. Joel Osteen , Benny Hinn, Creflo Dollar juga sama- Mereka adalah para evangelist yang hidup bergelimang kemewahan. Sebagian memiliki private jet dan kapal pesiar.Hampir semuanya naik Rolls Rocye atau Mercedez Benz. Rumah rumah mereka berukuran sebesar museum gajah di Jakarta. Jika Jesus tahu bahwa Robert Schuller memiliki acara tv bernama hours of power menghasilkan profit yang aujibilahminjalik dan baru baru ini membeli godtube.com sebesar 40 juta dollar saya khawatir kiamat akan datang lebih cepat. Dan goal saya untuk cuti muda di Indonesia bakalan buyar.

Tapi untunglah tuhanpun rupanya memiliki sifat sifat kesabaran. Walaupun mukanya merah dan kedua alisnya terangkat, Jesus tetap kelihatan tenang. Iseng saya ambil Bible dan secara ironis saya menemukan sebuah ayat yang berbunyi

" ..people do not serve our Lord Jesus Christ, but tehir own belly, and through smooth speech and flattering, they deceive the hearts of innocent " Roman 16:18

ImageJesus mungkin agak agak ketinggalan jaman. Jemaat dia tidak selamanya hidup berbaik baikan. Misa bagi sebagian orang cuma sebuah communal fiesta. Gereja dia di Jakarta yang bernama gereja Mesiah - tidak kalah luxury dengan gereja di Amerika.Di ambon laskar kristus baku bunuh dengan orang Islam. Di Libanon 24 tahun yang lalu milisi katolik bernama Phalangist membunuh sekian banyak orang Palestine di kamp pengungsi Sabra dan Chatila. Di era pendudukan Nazi Pope Pius XII menutup mata atas pembantaian orang Yahudi. Tidak lupa 25 % tentara SS termasuk Joseph Goebbel sang jagal adalah practising catholics yang taat. Tidak salah jika ada manusia apatis yang meneriakan " tantum religio potuit suadare malorum " yang dalam bahasa sundanya adalah to such heights of evil are driven by religion .

Bubaran acara misa yang sangat extravagant itu, Jesus berjalan miring seperti kehilangan keseimbangan. Mungkin dia broken heart menyaksikan ini ironi.
Barangkali juga dia frustasi dengan apa yang dia lihat tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Bagaimana mungkin Jesus sang tukang kayu yang lahir disebuah barn dan hidup sangat sederhana, namanya disebut sebutkan dalam sebuah misa mewah dan tempat yang mentereng minjalik? Saya tidak tahu bagaimana perasaan dia kalau sempai sempat menonton tingkah pengabar Bible yang mewakili dia di youtube, yang bertingkah bagai seorang motivational speaker, prosperity gospel preacher yang sedang kena tantrum..Saya takut Jesus ikur merasakan perih bagai orang yang disuntuk morphine secara paksa saya khawatir kiamat akan benar benar datang lebih cepat.

Tidak lama sekitar 200 meteran menuju lapangan parkiran Jesus menghentikan langkah lalu menunduk mengambil sebuah batu. Saya terbelalak dan berteriak " Oh noooo!! please dont do it God! " Tapi terlambat, sang batu melayang keras menimpa jendela kaca gereja kristal. PRANGG!!! pecahan kaca berserakan...
Saya tarik Jesus sambil berlari cepat ketakutan bakalan disergap beberapa satpam. Masuk mobil saya nyalakan mesin dan melesat keluar area gereja bagai mobil bandit yang baru saja merampok sebuah bank. Saya lirik setengah kesal dan berteriak "Jesus Christ!! What have you done ?? " Dia menoleh sambil tersenyum mesra lalu dia bilang begini "I like the way you call my name. I guess you are a christian from now on "

Saya ternganga tidak tahu harus bilang apa...


March 18, 2010
Habe

Sumber :
http://www.apakabar.ws/content/view/3043/88888889/
Last Updated on Sunday, 28 March 2010 05:52  

Add comment


Security code
Refresh