SarapanPagi Portal

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Contents Sosial-Politik
Sosial-Politik


Budi Soehardi, CNN Real Heroes Dari Indonesia

E-mail Print PDF
User Rating: / 7
PoorBest 
Seorang pilot Indonesia berusia 53 tahun menaungi 50 anak yatim-piatu di bawah asuhannya. Berlokasi di Nusa Tenggara Barat, Budi Soehardi bersama istrinya, Peggy, membangun Panti Asuhan Roslin bagi anak-anak korban konflik Timor Timur pada tahun 1999 lalu.


Mereka memiliki hubungan dekat dengan setiap anak di panti asuhannya, dan menganggap mereka semua sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Pasangan ini memberi nama langsung sebagian besar anak-anak tersebut semenjak mereka memasuki panti-asuhan tersebut sedari bayi - dimana sebagian besar adalah korban dan pengungsi dari konflik Timor Timur.


Soehardi memiliki tiga anak kandung tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak membedakan apapun termasuk perawatan dari anak-anak biologis dengan mereka yang tinggal di panti asuhan. Mereka semua mendapatkan tempat tinggal yang bersih, vaksinasi, makanan, pakaian, dan vitamin-vitamin dari Amerika Serikat.

Budi Soehardi, Gerson Mangi
"Pak Budi sudah seperti ayah saya sendiri," ujar Gerson Mangi, 20 tahun, seorang penghuni dari Panti Asuhan Roslin. Gerson, yang datang ke panti asuhan semenjak ia berusia 12 tahun, tidak memiliki tujuan untuk bersekolah setelah kedua orang-tuanya meninggal. Sekarang, terima kasih kepada pelatihan pendidikan di Roslin dan seorang sponsor, ia sekarang bersekolah kedokteran dan akan menjadi seorang dokter.


Budi Soehardi, yang ayahnya meninggal ketika ia berusia 9 tahun, bisa merasakan kesulitan-kesulitan yang anak-anak muda ini rasakan. "Makanan begitu sulit didapatkan dan uang sekolah saya sangat sulit," ujar Soehardi. "Para pengungsi ini benar-benar memukul saya dan saya menginginkan mereka menjadi lebih baik lagi."

Hati yang tergerak
Ini semua berawal dari berita situasi di Timor Timur pada tahun 1999 yang menginspirasi keluarga Soehardi untuk melakukan aksi ini. Soehardi sedang makan malam dan menonton CNN dengan istri dan keluarganya di rumahnya di Singapore ketika ia melihat kedatangan para pengungsi dari Timor Timur ke Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Keluarga-keluarga itu tinggal di kardus-kardus, anak-anak menggunakan kain usang sebagai pakaian, dan sanitasi tidak ada. "Itu sangat memedihkan," ujar Soehardi.

Keluarga Soehardi telah merencanakan untuk berlibur, tetapi menonton berita itu membuat mereka berpikir kembali mengenai rencana-rencana mereka. "Saya dan istri saya saling menatap dan kami memiliki pikiran kami masing-masing... ‘Hey, mari lakukan sesuatu yang lain. Mengapa kita tidak mengunjungi tempat tersebut... untuk melakukan liburan yang berbeda,'" ujar Soehardi.


Aksi Budi Soehardi dengan Panti Asuhan Roslin-nya ini ditangkap oleh CNN dan akhirnya profilnya masuk sebagai finalis dari event tahunan CNN, Real Heroes. Budi Soehardi masuk ke dalam 10 besar finalis bersama dengan finalis-finalis lain dari berbagai Negara yang juga bergiat demi kemanusiaan. Penilaian akan dilakukan berdasarkan voting online untuk menentukan siapakah the real heroes di tahun 2009 ini. Anda bisa mem-voting pada laman web CNN di: http://edition.cnn.com/SPECIALS/cnn.heroes/vote/


Sumber :
cnn.com/Tmy

http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=091012154547


Last Updated on Wednesday, 28 October 2009 05:09
 


Page 5 of 15